Sistem SPMB SMK Buka Tiga Jalur

benuanta.co.id, BULUNGAN – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada Juni 2025 mendatang.

Dalam pelaksanaannya, proses penerimaan dilakukan melalui tiga jalur utama, yakni jalur reguler, jalur afirmasi, dan jalur domisili terdekat. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Kaltara, Arinda Susanti.

Ia menjelaskan masing-masing jalur memiliki persentase kuota tersendiri, yang besarannya disesuaikan dengan kebijakan masing-masing satuan pendidikan atau sekolah. Dari ketiga jalur tersebut, jalur domisili terdekat menjadi jalur dengan kuota paling sedikit.

Baca Juga :  Rumah Dinas KPP Pratama Tanjung Redeb di Jalan Ladang Dalam Terbakar, 2 Pegawai Terpaksa Dipindahkan

“Paling kecil itu kuotanya memang pada jalur domisili terdekat, karena jalur ini lebih ditujukan untuk mengakomodasi anak-anak yang tinggal di lingkungan sekitar sekolah,” Sebutnya, Sabtu (24/5/2025).

Ia menambahkan meskipun jalur ini mempertimbangkan lokasi tempat tinggal, penilaian tetap mengacu pada nilai rapor siswa saat di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Arinda juga mengungkapkan sistem penerimaan siswa baru kali ini berbeda dengan sistem zonasi yang diterapkan pada tahun sebelumnya.

Baca Juga :  RKPD 2027 Disusun Berbasis Kebutuhan, Bapperida Kaltara Minta Program Tepat Sasaran

Jika sebelumnya penentuan diterima atau tidaknya calon siswa lebih banyak dipengaruhi oleh faktor jarak tempat tinggal dari sekolah, kini faktor penilaian lebih komprehensif.

“Kalau sistem zonasi sebelumnya memang lebih menekankan pada jarak rumah ke sekolah, tapi sekarang sudah berbeda. Selain jarak, kita juga melihat nilai rapor siswa. Bahkan jika siswa memiliki prestasi tambahan, seperti juara lomba akademik atau non-akademik, maka mereka akan mendapatkan poin tambahan,” ungkapnya.

Baca Juga :  PI 10 Persen WK Tarakan Tuntas Dialihkan, Kaltara Siap Terima Manfaat Ekonomi Migas

Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih adil kepada siswa berprestasi, tanpa mengesampingkan faktor kedekatan domisili. (*)

Reporter: Ikke

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *