Pemberantasan Sarang Nyamuk Perlu Dilakukan untuk Cegah DBD

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Demam berdarah atau yang juga dikenal dengan istilah dengue fever merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti.

Kondisi ini dapat dialami oleh semua usia, begitu juga dengan bayi hingga orang dewasa.

Kasus demam berdarah hingga saat ini perlu dicegah masyarakat. Pasalnya, jika terkena demam berdarah yang parah, kondisi bisa menyebabkan pendarahan serius, penurunan tekanan darah secara tiba-tiba hingga mengakibatkan kematian.

Baca Juga :  Ombudsman Desak Pemerintah Prioritaskan Pemenuhan Dokter Bedah Saraf di Kaltara

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara Usman, terkenanya DBD disebabkan perilaku kebiasaan menampung air dan endemis yang memang ada setiap tahunnya.

Antisipasi yang harus dilakukan, dalam memberantas nyamuk dengan menerapkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Karena nyamuk Aedes Aegypti sangat berbeda dengan nyamuk lainnya.

“Nyamuk ini hidup pada air bersih, seperti tampungan air. Contohnya parit, kaleng-kaleng dan ban bekas. Kalau ada air bersih di beberapa tempat penampungan, maka nyamuk itu hidup di situ. Sebab polanya berbeda dari nyamuk,” ujarnya pada benuanta.co.id.

Baca Juga :  Tujuh Siswa Angkatan Perdana SMA Unggul Garuda Mulai Belajar pada 16 Juli

Diakuinya, PSN juga sangat penting diterapkan. Karena siklus nyamuk Aedes Aegypti perkembangan satu minggu. Sehingga diperlukan untuk menguras bak mandi setiap minggu. Dia juga mengimbau, masyarakat yang menampung air di bak usahakan tertutup.

Dalam menangani penyakit tersebut, Dinkes berupaya lakukan fogging di lingkungan yang dinilai rawan DBD. Namun, tindakan tersebut tak seberapa efektif. Karena fogging memang untuk nyamuk dewasa saja.

Baca Juga :  Penutupan Piala Gubernur Kaltara Hadirkan Kapten Timnas Futsal U-19, Revan ‘Epoy’ Ramaikan Grand Final

“Ini sudah dilakukan, seperti di Kota Tarakan dan Sebatik yang memang banyak kasusnya,” pungkasnya.(*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *