Investasi Capai Rp3 T, Perusahaan Asal Kanada Bakal Bangun Green Airport di Kaltara

benuanta.co.id, BULUNGAN – Negara Indonesia dan Kanada menjalin kerjasama untuk pengembangan Green Airport di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Kerjasama inipun telah dilaksanakan sejak bulan November 2022, di mana Provinsi Kaltara memperoleh investasi asing sebesar Rp3 triliun atau setara dengan 200 juta Dolar Amerika.

Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang menuturkan pengembangan Green Airport saat ini masih proses pembahasan bersama dengan Canadian Commercial Corporation (CCC). Terkait hal ini Pemprov Kaltara telah teken nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Baca Juga :  Patriot Muda Training Center Resmi Hadir di Kaltara

“Pemprov Kaltara masih terus berkoordinasi dengan pihak Kanada. Investasi yang masuk sebesar Rp 3 triliun,” ucap Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang kepada benuanta.co.id pada 3 Februari 2023.

Dia menjelaskan untuk pengembangannya memang butuh waktu, namun informasi yang diterimanya Pemprov Kaltara akan kedatangan tim dari Kanada.

“Bulan April mendatang tim dari Kanada akan datang ke Kaltara, untuk melaksanakan beberapa kegiatan salah satunya meninjau ke lapangan,” tuturnya.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Tempat Ngopi, Kafe di Tanjung Selor Ini Hadirkan Pengalaman Membuat Keramik yang Unik

Mantan Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri ini mengungkapkan kerjasama itu bertujuan meningkatkan fasilitas dan infrastruktur bandara di Kaltara dengan konsep Go Green yang pertama di Asia Tenggara.

Kata dia, konsep The Green AirPort Initiative ini sendiri tidak menggunakan energi dari batubara ataupun sumber listrik dari energi terbarukan. Lokasi pembangunan bandara ini nantinya dilaksanakan di Bulungan.

Baca Juga :  Taklukkan SMAN 1 Nunukan Selatan lewat Adu Penalti, SMAN 4 Tarakan Juara Piala Gubernur Kaltara 2026

Nantinya diproyeksikan mendukung pengembangan proyek strategis nasional (PSN) Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) atau sebutan lainnya Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Desa Tanah Kuning Mangkupadi.

“Intinya sesuai yang diharapkan, kita ingin semua kargo dari Jawa dan Sulawesi bisa melalui Kaltara dulu,” tutupnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor : Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *