benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Di tengah menjamurnya kafe di Tanjung Selor, Bulungan, ada satu tempat ngopi yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Tak hanya menikmati secangkir kopi, mereka juga bisa mencoba membuat keramik sendiri.
Konsep itu dihadirkan melalui Lima Keramika, studio keramik yang berada di kawasan Synonyms Coffee (Syno I), Jalan Sabanar Lama, Tanjung Selor. Hadirnya studio ini menjadi warna baru bagi dunia usaha kreatif di Bulungan karena memadukan ruang berkumpul, seni, dan gaya hidup ramah lingkungan.
Di balik usaha ini, ada sosok perempuan muda berusia 26 tahun, Vivy Rorimpandey

yang berhasil mewujudkan ide bisnisnya setelah bertahun-tahun menyimpannya. Menurutnya, inspirasi itu datang dari hal sederhana saat menghabiskan waktu di rumah pada masa pandemi Covid-19.
Saat itu, ia sering menonton berbagai tayangan hingga melihat cuplikan anggota grup K-Pop Blackpink, Rose dan Jisoo, yang sedang berkunjung ke sebuah studio pottery. Aktivitas membuat keramik yang terlihat santai dan menyenangkan itu membuatnya tertarik untuk menghadirkan pengalaman serupa di Tanjung Selor.
“Usaha ini sebenarnya terinspirasi dari Blackpink. Waktu pandemi saya bosan karena hanya menghabiskan waktu di rumah sambil menonton. Lalu saya melihat Rose dan Jisoo sedang bermain di studio pottery. Dari situ saya berpikir, lucu juga kalau ada tempat seperti ini, akhirnya sekarang bisa terwujud,” katanya, Ahad (12/7/2026).
Keinginan membuka studio keramik bukan semata mengikuti tren. Vivy mengaku memiliki tujuan yang lebih besar, yakni mengurangi penggunaan plastik, terutama di lingkungan usahanya sendiri.
Sebagai pengelola Synonyms Coffee, ia mulai mengganti perlengkapan yang sebelumnya berbahan plastik menjadi keramik buatan sendiri. Langkah kecil itu perlahan berkembang menjadi sebuah studio yang kini juga terbuka bagi masyarakat.
“Motivasinya memang ingin mengurangi sampah plastik. Karena kami juga mengelola coffee shop, jadi pelan-pelan penggunaan plastik kami kurangi dan diganti menggunakan keramik,” ujarnya.
Kini, pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati kopi, tetapi juga merasakan pengalaman membentuk tanah liat menjadi cangkir, mangkuk, atau berbagai karya lainnya. Aktivitas tersebut dinilai memberikan suasana yang lebih santai, melatih kreativitas, sekaligus menjadi pilihan hiburan baru di Tanjung Selor.
Vivy berharap semakin banyak anak muda di Bulungan yang berani menghadirkan ide-ide baru melalui dunia usaha. Menurutnya, kegagalan bukanlah alasan untuk berhenti mencoba.
“Saya juga bagian dari Gen Z. Jadi jangan ragu memulai usaha. Kalau ada kesempatan, coba dulu. Kalau gagal, itu bukan akhir. Justru bisa menjadi langkah awal menuju kesuksesan,” tutupnya dengan senyuman. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli








