Wilayah Ini Digadang-Gadang Jadi Desa Wisata, Begini Tanggapan Dinas Pariwisata Kaltara

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Tradisi budaya turun-temurun oleh masyarakat Desa Pimping yang berada di Kecamatan Tanjung Palas Utara berupa kegiatan meja panjang, digadang-gadang akan dijadikan sebagai Desa Wisata ke depannya.

Hal tersebut mendapat sorotan dari Gubernur Kaltara, Bupati Bulungan hingga unsur Forkompinda, karena kemeriahan dan kebersamaan yang dilakukan antar umat beragama bisa berlangsung dengan khidmat.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltara, Njau Anau pun merespon terkait harapan Gubernur, Bupati serta Kepala Desa Pimping ingin menjadi desa wisata akan diupayakan pihaknya.

Baca Juga :  Informasi Pesan Suara Penculikan Anak Belum Valid

“Dari sisi pariwisata. Kalau dari provinsi kan lebih kepada unsur kepembinaan. Kemudian yang menjadi leading sektor sebenarnya Dinas Pariwisata Kabupaten Bulungan,” ujarnya Jumat (6/1/2023).

Lebih lanjut, persyaratan menjadi desa wisata, kata Njau Anau daerah tersebut punya keunikan pada tradisi budaya.

“Dan budaya tersebut bisa hidup dan mengakar dari masyarakat itu sendiri, kemudian budaya tersebut ditata dengan baik serta didukung fasilitas wisata yang ada dari pihak pemerintah dan swasta,” bebernya.

Sebab menurutnya, peran Dinas Pariwisata Kabupaten Bulungan sangat penting pula dalam menentukan syarat menjadi desa wisata.

Baca Juga :  Masa Perbaikan Selesai, 3 Balon Diberikan Perpanjangan Waktu Upload Data ke Silon

“Karena kalau kita lihat budaya disini sangat mengakar asli dan perlu ditingkatkan. Apalagi tadi pak gubernur berpesan tadi supaya budaya disini tetap diinventarisir pemerintah seperti pakaian, kesenian adat, sehingga ada hak ciptanya,” tegasnya.

Supaya budaya yang terlahir di Desa Pimping kata Njau Anau tidak diklaim oleh negara lain.

“Dan dimanfaatkan budaya tersebut. Itu harapan pak Gubernur. Tentu kita sebagai Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Utara akan tetap melakukan pembinaan semua budaya dan desa wisata yang ada di Kabupaten Kota yang telah ditetapkan untuk terus melakukan peningkatan wisata desanya,” bebernya.

Baca Juga :  Rekening Pasif, Ada 500 Calon Penerima Beasiswa di Kaltara Terancam Hangus

Sehingga kunjungan wisatawan mancanegara maupun lokal berkunjung ke desa wisata tersebut bisa membantu perekonomian warga setempat.

“Ini kita dorong para pengurus Desa Wisata supaya menjadi suatu kekuatan Provinsi Kalimantan Utara punya potensi luar biasa dari sisi alam, budaya dan etnis,” kata Njau Anau. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *