Maskapai Pelita Air Bakal Lakukan Studi Kelayakan Sebelum Masuk Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Pihak maskapai dibawah naungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pelita Air milik PT. Pertamina akan melakukan feasibility study atau studi kelayakan sebelum memutuskan masuk di Kota Tarakan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh tim Tim Komersial Reguler Pelita Air di Jakarta, Erick. Ia mengungkapkan dari sisi standar tentu sudah dilakukan selalu pengecekan sesuai regulasi dan komponen sistem terkait safety dan maintenance.

“Dalam proses kajian atau feasibility rute, perlu indikator dari sisi komersial makro mikro dan operasional, dan security. Kami perlu surveilans ke sana. Apalagi Pelita Air belum pernah terbang ke Tarakan. Sehingga  butuh step atau proses harus dilalui. Dari sisi internal juga, setelah kajian, nanti dilaporkan ke atasan. Jika semua dirasa sudah matang baru akan dieksekusi,” jelasnya.

Baca Juga :  Pelaku UMKM Nunukan Meningkat Signifikan, Dominan Secara Mandiri 

Terkait penentuan waktunya sendiri, pihaknya akan melihat dalam komersil, mengolah satu data dari sisi ekonomi, traffic dari Tarakan dan yang akan  ke Tarakan dan yang tak kalah penting yaitu sisi  melihat sisi  pesaing, atau kompetitor serta potensi yang akan kira-kira didapatkan.

Oleh sebab itu, pihak Pelita Air perlu ,melakukan kajian meski mungkin tidak lama dari unit pihaknya. Namun dari unit lain nanti juga ada berinteraksi terkait rute yang akan dibuka. Salah satunya support operasional di bandara.

Berita terkait : 

“Biasanya rute atau destinasi baru, ada ACAW hubungannya dengan rekan di KPPU. Kalau destinasi belum masuk dimiliki, maka list dan dibuat surveilans untuk stasiun destinasi tersebut untuk memenuhi layak terbang dari sisi operasional. Barulah setelahnya, nanti akan disampaikan ke direksi. Yang jelas  unit kami, di pengolahan data komersial tidak terlalu lama tapi itu tadi,  jadi ada interaksi unit lain,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pasar Tradisional Diserbu Warga Jelang Iduladha, Omzet Pedagang Meroket

Ia menambahkan untuk maskapai Pelita Ait dari sisi safety sudah diatur menyesuaikan standar internasional dan standar berlaku di Indonesia.”Untuk safety sampai saat ini dan seterusnya akan terus dijalankan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan penerbangan dari Pelita Air,” ujarnya.

Pada tahun ini pihaknya merencanakan 18 pesawat untuk beroperasi namun, terdapat isu global dan adjusment untuk kapasitas pesawat yang akan didatangkan. Ia membeberkan pesawat yang akan didatangkan tersebut merupakan pesawat  jenis airbush A30200 dengan kapasitas 180 kursi penumpang. Disinggung mengenai tarif, ia mengungkapkan akan sesuai dengan regulari yang di atur oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dimana ada tarif batas atas dan tarif batas bawah.

Baca Juga :  Pasar Tradisional Diserbu Warga Jelang Iduladha, Omzet Pedagang Meroket

“Jadi kami menyesuaikan di komponen  regulasi tersebut baik di instansi pemerintah, ataupun kesehatan bisnis. Jadi untuk apakah itu bisa menjangkau masyarakat Tarakan, itu bisa menjangkau dan kami akan menggunakan indikator variabel baik dari ekonomi makro, mikro ataupun historical sejarah mobilisasi transportasi udara baik menuju Tarakan dan atupun dari Tarakan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Nicky Saputra

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2009 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *