benuanta.co.id, NUNUKAN – Aparat gabungan menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (PEKAT) dengan menyasar sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) di Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Sabtu (13/6/2026) malam hingga Ahad (14/6/2026) dini hari. Operasi tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Kegiatan diawali dengan apel gabungan yang berlangsung di Pos Marinir Sungai Pancang, Desa Sungai Pancang, pada pukul 23.45 WITA. Operasi dipimpin langsung oleh Danpos Sungai Pancang Satgasmar Pam Puter Pulau Sebatik, Lettu Mar Timor P., dengan melibatkan 19 personel dari berbagai unsur.
Personel yang terlibat berasal dari Satpol PP, Satgasmar Pam Puter Pulau Sebatik, Satgas Pamtas Yonkav 13/SL RI–Malaysia, Tim 16 Satgas Citarum BAIS TNI, Satgas SGI, Baintel Satgasmar, serta Denpom Lanal Nunukan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Trantib Kecamatan Sebatik Utara Suriansyah, S.IP., Pasintel Satgas Pamtas Yonkav 13/SL RI–Malaysia Kapten Kav Okta Adji Pratama, S.Tr.Han., beserta personel gabungan lainnya.
Usai apel, petugas bergerak menyisir tiga lokasi THM yang menjadi sasaran operasi, yakni THM Golden Star, THM Mahkota, dan THM Mini. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap aktivitas operasional tempat usaha sekaligus memberikan imbauan kepada pengelola agar senantiasa mematuhi aturan yang berlaku.
Dari hasil pemeriksaan, aparat tidak menemukan adanya pelanggaran menonjol maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Seluruh rangkaian operasi berakhir pada pukul 01.00 WITA dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif.
Danpos Sungai Pancang Satgasmar Pam Puter Pulau Sebatik, Lettu Mar Timor P., menegaskan Operasi PEKAT merupakan upaya pencegahan terhadap berbagai bentuk penyakit masyarakat yang berpotensi muncul di lingkungan tempat hiburan malam.
“Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang tetap kondusif. Pengawasan serta penegakan aturan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pihak terkait,” ujarnya.
Menurutnya, tempat hiburan malam menjadi salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian khusus guna mengantisipasi potensi peredaran minuman keras, penyalahgunaan narkotika, praktik prostitusi, hingga tindak kriminalitas lainnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri.
Operasi PEKAT yang digelar secara terpadu ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan Pulau Sebatik tetap aman dan kondusif, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
“Keamanan wilayah bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Endah Agustina








