Pelaku Balap Liar di Tarakan Mayoritas Anak di Bawah Umur, Satlantas Perkuat Edukasi di Sekolah

benuanta.co.id, TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan menyoroti masih dominannya anak di bawah umur yang terlibat aksi balap liar di Kota Tarakan. Kondisi ini mendorong kepolisian memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi keselamatan berlalu lintas di sekolah-sekolah, terutama saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Tarakan, IPTU Ardi Wisnu Pradana, mengatakan hampir seluruh pelaku yang diamankan dalam razia balap liar merupakan pelajar yang belum cukup umur untuk berkendara.

“Sebagian besar yang kami amankan masih anak di bawah umur. Karena itu kami lebih mengedepankan pembinaan, edukasi, dan memanggil orang tua agar ada pengawasan dari rumah,” ujarnya.

Baca Juga :  Speedboat Mati Mesin di Perairan Muara Bulungan, Lima Warga Tarakan dalam Pencarian

Menurutnya, patroli malam untuk mengantisipasi balap liar telah menjadi agenda rutin Satlantas. Namun para pelaku kerap memanfaatkan waktu ketika petugas belum berada di lokasi patroli. Saat ditemukan, polisi tidak serta-merta melakukan penahanan. Selama pelaku bersikap kooperatif, petugas lebih mengutamakan pendekatan humanis melalui pembinaan dan edukasi.

Selain patroli, Satlantas memanfaatkan momentum MPLS untuk memberikan penyuluhan kepada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Materi yang disampaikan meliputi etika berlalu lintas hingga risiko hukum dan keselamatan akibat balap liar.

Baca Juga :  Dua Polisi Tidur di Ladang Bakal Dicabut Malam Ini

“Kami tidak bosan mengingatkan bahwa balap liar itu membahayakan diri sendiri, pengguna jalan lain, bahkan masyarakat yang menonton di sekitar lokasi,” tegasnya.

Ardi juga meminta peran aktif orang tua dan guru dalam mengawasi anak-anak yang mulai menunjukkan tanda-tanda akan mengikuti balap liar, seperti melepas spion, mencopot pelat nomor kendaraan, atau mengganti knalpot dengan spesifikasi balap.

Baca Juga :  Penganggaran Pemasangan Polisi Tidur di Kawasan Ladang Ternyata lewat CSR, Boleh atau Tidak?

“Kalau sudah terlihat ada perubahan seperti itu, jangan dibiarkan. Pengawasan dari keluarga dan sekolah sangat penting agar mereka tidak terlibat balap liar,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *