Warga Tarakan Ramai Beli Emas untuk Investasi

benuanta.co.id, TARAKAN – Fluktuasi harga emas belum memengaruhi minat masyarakat Kota Tarakan untuk berinvestasi emas. Pegadaian Tarakan mencatat pembelian emas masih cukup tinggi, termasuk melalui program cicilan emas yang tetap diminati nasabah.

Kepala Cabang Pegadaian Tarakan, Yasir mengatakan, masyarakat masih aktif membeli maupun memesan emas meski sebagian memilih menunggu perkembangan harga terlebih dahulu.

“Masih banyak investor dan nasabah yang pesan emas, termasuk cicilan emas. Memang ada yang wait and see, tapi minatnya masih tinggi,” ujarnya.

Baca Juga :  BPK Temukan Sejumlah Kelemahan Pengelolaan Keuangan dan Aset Pemkot Tarakan

Ia menjelaskan, lonjakan transaksi emas paling tinggi terjadi pada Januari hingga Maret 2026 ketika harga emas terus mengalami kenaikan. Namun memasuki April dan Mei, tren transaksi mulai melandai dan cenderung stagnan.

“Memang paling tinggi itu di bulan satu, dua, dan tiga. Tapi bulan empat dan lima mulai stagnan,” tambahnya.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas dipengaruhi pandangan bahwa emas masih menjadi instrumen investasi aman untuk jangka panjang. Kondisi ekonomi global juga turut memengaruhi, karena investor besar hingga bank sentral di berbagai negara masih aktif membeli emas.

Baca Juga :  Perbedaan Regulasi, Ekspor Kepiting Hidup Tarakan ke Hong Kong Dihentikan

Di sisi lain, ada pula masyarakat yang memilih menjual emasnya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari. Kondisi tersebut biasanya terjadi ketika dana yang digunakan untuk investasi ternyata dibutuhkan kembali untuk kebutuhan mendesak.

“Ada juga yang menjual karena kebutuhan pokok. Jadi uang yang dipakai investasi ternyata dibutuhkan,” ungkapnya.

Karena itu, pihak Pegadaian mengingatkan masyarakat agar berinvestasi emas menggunakan dana cadangan, bukan dana yang dipersiapkan untuk kebutuhan utama sehari-hari.

Baca Juga :  Harga Oli Naik di Tanjung Selor, Bengkel Akui Kenaikan Hampir setiap Pekan

“Kalau investasi emas sebaiknya gunakan uang dingin atau uang simpanan, jangan uang kebutuhan pokok,” tutupnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *