benuanta.co.id, TARAKAN – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kantor Bersama Samsat Tarakan menargetkan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahun 2026 mencapai Rp42 miliar.
Target tersebut mengalami peningkatan sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Guna mengejar target tersebut, berbagai langkah dilakukan, salah satunya melalui Operasi Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor (P2KB) yang digelar secara rutin setiap bulan.
Kepala UPTD Kantor Bersama Samsat Tarakan, H. Syaiful Adrie menyebutkan, kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.
Pada triwulan pertama (TW I) tahun ini, dari target 15 persen atau sekitar Rp6,3 miliar, realisasi penerimaan pajak bahkan telah mencapai hampir 16 persen. “Artinya ada peningkatan kesadaran masyarakat. Setiap kita lakukan operasi ini, ada peningkatan pembayaran pajak dibanding sebelumnya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, selain melalui operasi lapangan, peningkatan penerimaan juga didorong melalui pelayanan langsung di kantor serta metode jemput bola seperti door to door.
Selain itu, Samsat juga menyoroti masih banyaknya kendaraan berplat luar daerah yang beroperasi di Tarakan. Kendaraan tersebut diimbau untuk segera melakukan balik nama agar pajaknya masuk ke daerah.
“Plat luar kita imbau untuk segera balik nama, karena mereka menggunakan fasilitas jalan di daerah kita,” jelasnya.
Bagi kendaraan berplat luar yang kedapatan menunggak pajak, tetap diberikan imbauan untuk segera melakukan pembayaran, baik di lokasi operasi maupun di daerah asal kendaraan.
Ia juga menyebutkan, dalam pelaksanaan operasi sebelumnya tercatat sebanyak 1.494 kendaraan terjaring, terdiri dari 266 unit roda empat dan 1.228 unit roda dua.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 kendaraan diketahui telah jatuh tempo pajak, dengan rincian 28 unit roda empat dan 37 unit roda dua. Sementara itu, sebanyak 26 kendaraan langsung melakukan pembayaran di lokasi, terdiri dari 4 unit roda empat dan 22 unit roda dua.
Menurutnya, tren pembayaran di tempat pada operasi kali ini menunjukkan peningkatan dibandingkan sebelumnya, yang menjadi indikator meningkatnya kepatuhan masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan program “Gebyar Pajak” yang merupakan kerja sama dengan PT Jasa Raharja. Melalui program ini, masyarakat dapat membayar pajak lebih awal dan berkesempatan mendapatkan hadiah undian.
“Walaupun belum jatuh tempo, misalnya bulan Juni, bisa dibayar sekarang karena ada gebyar dengan hadiah seperti emas dan sepeda listrik yang diundi oleh gubernur,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







