Harga Bahan Pokok di Nunukan Stabil, Stok Disebut Melimpah

benuanta.co.id, NUNUKAN – Harga bahan pokok di Nunukan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah 2026 terpantau relatif stabil dengan intervensi Gerakan Pangan Murah (GPM), meski beberapa komoditas seperti cabai rawit sempat naik menjadi Rp70.000/kg akibat pasokan.

Fungsional Pengendalian Barang Pokok, DKUKMPP Nunukan, Abdul Rahman mengungkapkan, karena keterbatasan pasokan dari Sulawesi Selatan dan tingginya permintaan akibatkan beberapa komoditas sempat mengalami kenaikan.

“Meski sempat alami kenaikan akibat kapal terlambat, namun harga dan stok bahan pokok lain dilaporkan stabil dan cukup melimpah jelang hari Raya Idul Fitri,” ujar Rahman pada Senin, (16/03/26).

Baca Juga :  Inflasi Tarakan 3,62 Persen Bulan Juni 2026 Dipicu Kenaikan Harga Pangan

Adapun update harga bahan pokok di pasar seperti beras berkisar Rp14.400-Rp16.000/kg, telur Rp61.000/rak, dan minyak goreng Rp15-18 ribu/kemasan.

Detail Harga Bahan Pokok Nunukan Maret 2026;

  • Beras 5 kg Sekitar Rp79.000
  • Beras medium Rp14.400/kg, premium Rp16.000/kg
  • Telur ayam Rp61.000 per rak
  • Minyak goreng Rp15.000 – Rp18.000 (botol/bungkus)
  • Gula Pasir sekitar Rp14.000/kg.
  • Tepung Terigu sekitar Rp9.000/kg.
  • Bawang Merah sekitar Rp40.000/kg
  • Bawang putih sekitar Rp27.000/kg
  • Cabai Rawit Rp60.000 – Rp70.000/kg
Baca Juga :  Koperasi Merah Putih Dinilai Strategis, Harus Sesuai Karakteristik Daerah

Fluktuasi harga karena pasokan dari Sulawesi. Namun demikian Rahman mengatakan bahwa, Pemerintah Kabupaten Nunukan rutin menggelar GPM untuk menstabilkan harga dan mencegah lonjakan drastis akibat peningkatan permintaan jelang hari besar keagamaan seperti lebaran.

“Tim gabungan juga rutin melakukan pengawasan untuk mencegah penimbunan stok oleh pedagang,” ungkapnya.

Rahman menambahkan bahwa, secara umum ketersediaan bahan pokok dilaporkan cukup aman, meskipun ada potensi kenaikan harga yang tidak menentu menjelang Lebaran akibat peningkatan permintaan.

Baca Juga :  PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Terjadwal dan Gangguan Listrik di Tarakan

“Maka disarankan untuk memantau harga di pasar tradisional dan memanfaatkan pasar murah yang diadakan pemerintah daerah,” pungkasnya. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *