Isu Blackout Nasional, DPRD Kaltara Minta PLN Perkuat Antisipasi

benuanta.co.id, BULUNGAN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) Achmad Djufrie, meminta PT PLN dan pihak terkait mengantisipasi potensi gangguan pasokan listrik di Kaltara menyusul mencuatnya isu pemadaman listrik massal (blackout) yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa dan Sumatera.

Menurut Achmad, ketersediaan bahan bakar untuk pembangkit listrik harus menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak terjadi di Kaltara.

“Kami tentu memberikan perhatian terhadap kondisi yang terjadi di daerah lain. Jangan sampai persoalan pasokan bahan bakar maupun kendala teknis yang menyebabkan gangguan listrik terjadi di Kaltara” tuturnya, Senin (22/6/2026).

Baca Juga :  Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Masuk Tahap Pembahasan Fraksi

Ia mengatakan, DPRD terus memberikan masukan kepada PLN agar memastikan ketersediaan pasokan batu bara bagi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang beroperasi di daerah. Kaltara, kata dia, memiliki sumber daya batubara yang cukup sehingga kebutuhan bahan bakar pembangkit seharusnya dapat dipenuhi dengan baik.

“Kalau memang terkait batubara, kita memiliki sumber daya yang cukup. Yang perlu dipastikan adalah kontrak dan pasokan bahan bakarnya berjalan lancar sehingga tidak terjadi kekurangan seperti yang dikhawatirkan di beberapa daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Kaltara Minta Karyawan SPPG Terdaftar Program JKN

Achmad menilai gangguan pasokan batubara yang terjadi di sejumlah wilayah kemungkinan dipengaruhi oleh kendala di tingkat pemasok maupun persoalan biaya operasional yang menyebabkan distribusi tidak berjalan optimal.

Karena itu, ia berharap koordinasi antara PLN dan perusahaan pemasok energi terus diperkuat untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan.

“Koordinasi harus terus dilakukan agar pasokan energi tetap aman dan pelayanan listrik kepada masyarakat tidak terganggu,” katanya.

Baca Juga :  DPRD Kaltara Matangkan Ranperda Penghargaan Daerah

Menurut Achmad, hingga saat ini kondisi pasokan listrik di Kaltara masih relatif aman. Meski demikian, langkah antisipatif tetap diperlukan mengingat kebutuhan energi terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di daerah.

“Yang terpenting adalah pencegahan. Jangan sampai masyarakat mengalami dampak pemadaman akibat persoalan yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *