benuanta.co.id, TARAKAN – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan proses seleksi Beasiswa Kaltara Unggul tetap berjalan meski menuai polemik. DPRD meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skema beasiswa tersebut, termasuk membuka peluang agar seluruh perguruan tinggi bersaing melalui jalur umum tanpa kuota khusus.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Tamara Moriska mengatakan hasil rapat bersama Pemprov Kaltara, Kamis (6/8/2026) belum menghasilkan keputusan untuk menghentikan program beasiswa. Sebaliknya, DPRD akan menggelar rapat lanjutan dengan melibatkan lebih banyak organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Biro Pemerintahan, Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta pihak perguruan tinggi.
“Karena ternyata penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dengan universitas juga melibatkan Biro Pemerintahan. Jadi nanti rapat lanjutan akan menghadirkan semua pihak terkait,” ujarnya.
Menurutnya, polemik yang muncul akibat perubahan skema Beasiswa Kaltara Unggul yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi pemerintah. Ia menilai keputusan yang muncul secara mendadak telah menimbulkan kebingungan di berbagai pihak. Oleh karena itu, dirinya memastikan asas keadilan dan transparansi benar-benar terapkan dalam hal ini.
“Kami menilai ini menjadi evaluasi bersama. Prosesnya memang sudah berjalan sehingga sulit kalau tiba-tiba dihentikan,” unggakapnya.
Salah satu usulan yang disampaikan Komisi IV adalah menghapus kuota khusus bagi kampus tertentu dan menggantinya dengan jalur umum yang terbuka bagi seluruh mahasiswa yang memenuhi syarat. Menurutnya, skema tersebut dinilai lebih adil dan dapat menghilangkan anggapan adanya perlakuan berbeda terhadap perguruan tinggi tertentu.
“Saya mengusulkan kalau memungkinkan dibuka saja jalur umum semuanya. Jadi tidak ada keberpihakan terhadap kampus tertentu. Siapa pun yang memenuhi persyaratan bisa mendaftar,” tegasnya.
Dirinya mengaku masih menerima keluhan masyarakat yang menilai kampus lokal kurang mendapat perhatian dalam skema beasiswa tahun ini. Karena itu, evaluasi menyeluruh dinilai penting agar polemik serupa tidak kembali terjadi. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina







