benuanta.co.id, BULUNGAN – Murid PAUD, SD dan SMP di Kabupaten Bulungan masih belajar dari rumah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan memperpanjang kegiatan Belajar dari Rumah (BDR) selama tiga hari.
Sebelumnya, BDR dilakukan mulai 31 Agustus sampai 2 September 2026. Namun, karena kondisi udara masih tidak sehat akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BDR kembali dilanjutkan pada 3 sampai 5 September 2026.
Kepala Disdikbud Bulungan, Suparmin Setto mengatakan, keputusan ini dilakukan karena kondisi udara masih belum baik.
“Kami melihat kondisi udara masih terdampak asap. Karena itu, BDR diperpanjang supaya murid tidak banyak beraktivitas di luar rumah,” kata Suparmin, Kamis (3/9/2026).
Menurut Suparmin, asap karhutla juga bisa berdampak pada kesehatan. Salah satunya dapat meningkatkan risiko penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Ia mengatakan, walaupun belajar dari rumah, kegiatan pembelajaran tetap harus dilakukan. Guru tetap memberikan pembelajaran kepada murid dengan cara yang bisa dilakukan dari rumah.
“Pembelajaran tetap jalan seperti biasa, hanya dilakukan dari rumah. Guru bisa menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi murid,” ujarnya.
Perpanjangan BDR ini sudah disampaikan melalui surat Disdikbud Bulungan Nomor 500.8.5.4/4778/Disdikbud.I.2.
Penyampaian dalam surat, sekolah diminta tetap memperhatikan kegiatan belajar murid selama BDR. Pihak sekolah juga diminta menyampaikan informasi ini kepada orang tua atau wali murid.
Sementara itu, guru dan tenaga kependidikan tetap masuk ke sekolah. Mereka tetap menjalankan pekerjaan seperti biasanya.
Namun, guru dan tenaga kependidikan diminta tetap menjaga kesehatan karena kondisi udara masih terkena asap. Mereka diminta menggunakan masker dan mengurangi kegiatan di luar ruangan.
“Guru dan tenaga kependidikan tetap bekerja di sekolah. Tapi tetap harus menjaga diri, terutama menggunakan masker saat berada di luar ruangan,” jelas Suparmin.
Untuk guru atau tenaga kependidikan yang memiliki komorbid, pihak Disdikbud memberikan kesempatan untuk menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Suparmin juga mengatakan, BDR ini belum tentu akan terus dilakukan setelah 5 September. Disdikbud masih melihat kondisi udara dan perkembangan asap karhutla di Bulungan.
“Nanti kami lihat lagi perkembangannya. Kalau kondisi udara sudah membaik, kebijakan BDR akan kami evaluasi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







