Pasokan BBM ke SPBU Bulungan Lebih dari 200 KL

benuanta.co.id, BULUNGAN – Pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax kembali dikirim ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Bulungan, Rabu (2/9).

Pengiriman dilakukan secara bertahap menggunakan mobil tangki sejak pagi. Jumlah BBM yang dikirim pada Rabu mencapai lebih dari 200 kiloliter (KL).

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pengiriman tersebut dilakukan untuk menambah stok BBM di sejumlah SPBU.

“Pasokan hari ini dikirim secara bertahap ke beberapa SPBU yang ada di Bulungan. Jumlahnya lebih dari 200 KL untuk Pertalite dan Pertamax,” kata Edi, Rabu (2/9).

Baca Juga :  Kabut Asap Karhutla, Pembelajaran Siswa Bulungan Dialihkan ke Rumah

Sehari sebelumnya, Pertamina juga telah menyalurkan sekitar 80 KL Pertalite dan Pertamax ke sejumlah lembaga penyalur di Bulungan.

Pengiriman pada 1 September tersebut menyasar SPBU 66.772.04, SPBU 63.772.02, SPBU 64.772.02, SPBU 66.772.01 serta lembaga penyalur 6P.772.04.

Menurut Edi, pengiriman tambahan dilakukan setelah adanya penyesuaian jadwal pengiriman dari Jobber Berau. Kondisi tersebut membuat pola distribusi BBM ke Bulungan perlu kembali diatur.

“Ada penyesuaian jadwal pengiriman dari Jobber Berau. Karena itu, distribusi ke Bulungan kami atur kembali supaya pasokan bisa segera dikirim,” ujarnya.

Baca Juga :  Barantin Siapkan 'Karpet Merah' Dukung UMKM Kaltara Tembus Pasar Global

Sejumlah mobil tangki telah berangkat menuju SPBU sejak pagi. Namun, sebagian armada masih dalam perjalanan menuju lokasi masing-masing.

Edi mengatakan kondisi pengiriman dan stok di SPBU terus dipantau. Koordinasi juga dilakukan dengan pengelola SPBU untuk mengetahui perkembangan stok BBM di lapangan.

“Kami masih memantau pengiriman yang berjalan hari ini. Setelah BBM sampai, kondisi stok di SPBU juga akan kami lihat kembali,” jelasnya.

Baca Juga :  Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang, Transportasi Laut Diminta Waspada

Ia menyebut penyaluran berikutnya akan melihat kebutuhan masing-masing SPBU serta kondisi operasional. Jumlah dan waktu pengiriman dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Untuk penyaluran berikutnya, kami akan melihat kebutuhan dan kondisi operasional yang ada di lapangan,” katanya.

Sementara itu, masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan. Pembelian dalam jumlah berlebihan dikhawatirkan dapat memengaruhi pemerataan stok di SPBU.

“Masyarakat kami imbau membeli sesuai kebutuhan saja. Jangan berlebihan supaya stok yang tersedia bisa digunakan oleh masyarakat lainnya,” pungkas Edi. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *