Disdikbud Kaltara: Masuk SMK yang Mendapatkan Jaminan Pekerjaan

benuanta.co.id, BULUNGAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang menangani jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), telah menetapkan zonasi sekolah yang didapatkan dari hasil musyawarah para kepala sekolah.

Kepala Disdikbud Kaltara, Teguh Henry Sutanto mengatakan penetapan zonasi telah dirapatkan bersama para kepala sekolah, setelah itu ditetapkan melalui surat keputusan (SK) Gubernur Kaltara.

“Jadi yang menetapkan zonasi adalah kepala sekolah, inipun sudah kita tetapkan dengan SK Gubernur,” ucap Teguh Henry Sutanto kepada benuanta.co.id, Senin 6 Juni 2022.

Baca Juga :  Public Warning 22 Produk Herbal Berbahaya, BPOM Tarakan Intensifkan Pengawasan di Daerah

Dia menjelaskan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2022 sendiri ada perbedaan sedikit dengan PPDB tahun 2021. Perbedaan itu terlihat dari jenjang SMA dan SMK Swasta itu untuk PPDB-nya masih bergabung dengan SMA dan SMK Negeri.

“Khusus untuk swasta kami persilahkan untuk mendaftar duluan. Jadi masyarakat nanti bisa memilih, kalau ada yang dianggap bermutu barangkali silahkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Iduladha 1477 H, Kaltara Terima 7 Ekor Sapi Presiden

Kata dia, lulusan pelajar dari tingkat sekolah menengah pertama dan sederat dipastikan pada tahun ajaran 2022-2023 dapat tertampung di sekolah SMA dan SMK baik yang negeri maupun yang swasta.

“Semua tertampung, persoalannya adalah masyarakat masih memikir sekolah yang negeri yang gratis. Kalau seandainya tidak memilih, InsyaAllah bisa tertampung,” tuturnya.

Teguh Henry menambahkan jika para orangtua belum menghendaki anaknya masuk perguruan tinggi setelah lulus sekolah. Maka lebih baik anaknya di masukkan ke sekolah SMK pasalnya peluang untuk bekerja sangat besar, karena merupakan pendidikan vokasi yang dijamin bekerja pada dunia industri.

Baca Juga :  BPK Kaltara Sentil Pemkab Soal Praktik Perjalanan Dinas Bermodal Struk Palsu

“Inilah persoalan yang kita temukan di Kaltara, animo masyarakat juga cenderung untuk memilih SMA itu belum tentu masuk ke perguruan tinggi,” paparnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *