Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat jumpa pers bersama Bahlil di pelataran Istana Merdeka, Kamis sore, menjelaskan Presiden Prabowo menugaskan secara khusus Menteri ESDM untuk menindaklanjuti hasil pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, yaitu dengan menemui utusan khusus Presiden Putin bidang energi, dan Menteri Energi Rusia.
“Beliau (Menteri ESDM, red.) melaksanakan rapat dengan utusan khusus Presiden Putin, dan menteri (energi Rusia, red.), dan hasilnya Beliau laporkan kepada Bapak Presiden baru saja,” kata Teddy.
Dalam jumpa pers yang sama, Menteri ESDM kemudian memaparkan poin-poin pertemuannya dengan Pemerintah Rusia kepada Presiden Prabowo. Bahlil menilai hasil pertemuannya dengan delegasi Pemerintah Rusia “cukup menggembirakan”.
“Kita akan mendapat pasokan crude (minyak mentah, red.) dari Rusia, dan juga dari pihak Rusia akan siap membangun beberapa infrastruktur penting dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kepada wartawan saat jumpa pers.
Bahlil mengatakan dirinya yang mewakili Pemerintah Indonesia, juga membuka komunikasi mengenai kerja sama impor LPG dari Rusia. Walaupun demikian, Bahlil menyebut pembicaraan mengenai kerja sama terkait LPG masih membutuhkan 2–3 kali pertemuan.
“Insya Allah kita juga akan mendapat support (dukungan, red.), tetapi yang ini masih butuh perjuangan, masih butuh komunikasi dua-tiga tahap, tetapi kalau crude-nya saya pikir sudah, sudah hampir final,” ujar Bahlil Lahadalia.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menjelaskan kerja sama bidang energi yang saat ini dirundingkan dengan Rusia sifatnya jangka panjang.
“Kita tahu, konsumsi daripada BBM kita satu hari itu 1,6 juta barel per day, dan lifting kita hanya kurang lebih sekitar 600.000 sampai 610.000 barel per day. Kita masih impor kurang lebih sekitar satu juta barel per day. Di tengah kondisi global yang seperti ini, kita harus mampu mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber. Tidak hanya di satu negara, tetapi di hampir semua negara,” kata Bahlil.
Sumber : Antara







