PDP Meninggal Dunia di Tarakan Sudah Mencapai 7 Orang

TARAKAN – Seiring bertambahnya kasus Covid-19, jumlah Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang meninggal juga meningkat. Kini PDP di Tarakan yang meninggal dunia mencapai 7 orang hingga Sabtu 9 Mei 2020.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M. Kes melalui press release di Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, Sabtu 9 Mei 2020.

“Perkembangan kasus COVID-19 sampai hari ini, Sabtu 9 Mei 2020, PDP yang dirawat sebanyak 7 orang. PDP yang meninggal sebanyak 7 orang. Hari ini terdapat 2 kasus PDP meninggal dunia,” ujarnya kepada awak media, Sabtu 9 Mei 2020.

Baca Juga :  Penerimaan Murid Baru di Tarakan Dimulai 29 Juni, Berikut Kuota dan Aturannya

Selain itu, jumlah kumulatif ODP (Orang Dalam Pemantauan) sebanyak 411 orang Pemantauan yang dilakukan oleh Puskesmas sesuai wilayah tempat tinggal ODP sebanyak 125 orang.

“Jumlah ODP selesai menjalani pemantauan dan dinyatakan sehat, serta mendapatkan surat keterangan sehat dari Puskesmas sebanyak 286 orang,” terangnya.

Secara kumulatif OTG (Orang Tanpa Gejala) saat ini sebanyak 502 orang Yang sedang dilakukan pemantauan sebanyak 345 orang dan yang selesai dilakukan pemantauan sebanyak 157 orang. “OTG merupakan orang yang tidak bergejala namun memiliki kontak erat dengan kasus konfirmasi postif COVID-19,” jelasnya.

Baca Juga :  Ini Penyebab Pengemudi Toyota Rush Tabrak Tiang PJU Kampung Empat

Jumlah kumulatif konfirmasi positif sebanyak 35 orang. Hari ini tidak terdapat penambahan kasus positif Covid-19. Warga yang melaporkan diri melalui hotline Dinas Kesehatan setelah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit sebanyak 851 orang

“Kepada masyarakat Tarakan agar terus memberikan dukungan moral terhadap pasien ataupun keluarga ODP, OTG, PDP dan positif COVID-19. Mari kita bantui mereka
semampu kita,” tutupnya.(*)

Baca Juga :  Seorang Pria Pekerja Bidang Navigasi Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun, Penyebab Kematian Masih Diselidiki

 

Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor: M. Yanudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *