benuanta.co.id, TARAKAN – Seorang anak penyandang disabilitas bernama Ikhsan Rifqi Mulyadi tak gentar untuk melakukan suntik vaksin perdananya.
Anak berusia 13 tahun ini mengidap penyakit kelainan pada saraf kakinya, sehingga saat ia melangkahkan kakinya untuk berjalan terlihat sangat sulit.
Kesehariannya Ikhsan menggunakan alat bantu atau walker untuk berjalan. Alat ini didorong untuk membantunya tiba di tempat tujuan.
Bahkan di hari pertama suntik vaksin di halaman Kodim 0907 Tarakan, Ikhsan dengan mantap mendorong Walker dengan tangan mungilnya untuk tiba di hadapan dokter yang akan menyuntiknya.
“Nggak gugup, sakitnya pas jarumnya masuk lah tidak takut divaksin juga,” kata Ikhsan, Kamis (19/8/2021).
Ngatinah (51), ibu kandung dari anak kelahiran 25 Juli 2008 ini bercerita kepada benuanta.co.id, meski anaknya memiliki ketidaksempurnaan pada kakinya, Ikhsan sendiri tidak pernah merasa minder dan malu untuk bergaul di kehidupan sosialnya.
“Dengan siapapun dia tidak pernah merasa malu, dan saya juga nggak pernah mau nutup-nutupin keadaan anak saya,” ujar Ngatinah
Ikhsan yang baru menduduki bangku kelas 7 Sekolah Luar Biasa Negeri Tarakan ini memiliki sifat supel dan periang. Hal ini juga dibenarkan langsung oleh Ngatinah.
“Adek ini (Ikhsan) anaknya periang, supel juga dan dia percaya diri. Alhamdulillah sifat penolongnya juga besar” imbuhnya.
Kata Ngatinah, sebagai orang tua ia telah melakukan segala jenis pengobatan seperti kemoterapi, bahkan alternatif di luar kota sekalipun namun belum menunjukkan hasil yang maksimal. Menurutnya, kondisi tersebut telah menjadi tanggungjawab seutuhnya bagi orang tua.
“Saya sebagai orang tua juga harus terbuka hatinya bahwa ini (Ikhsan) lah titipan dari Allah, jangan sampai kita menutup-nutupi ini adalah anugrah dan saya selalu berdoa sholat malam untuk masa depan anak-anak saya,” tukasnya .
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes mengimbau kepada masyarakat agar selalu menaati protokol kesehatan. Walaupun masyarakat yang telah divaksin.
“Jangan abaikan prokes dimana pun, prokes 5M diantaranya memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas, ” tutupnya.(*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Yogi Wibawa/Ramli







