Pesona Pantai Amal Lama Mulai Dilirik Pengemis

TARAKAN – Pantai Amal menjadi destinasi wisata yang menarik minat masyarakat untuk berkunjung ketika diakhir pekan di Kota Tarakan.

Semakin bertambahnya fasilitas yang diberikan oleh Pemerintah Kota Tarakan di pantai ini, tentu menjadi angin segar bagi pengelola dan wisatawan untuk mendatangi pantai amal.

Berdasarkan pantauan benuanta.co.id pada Kamis,11 Maret 2021, pantai yang beralamat di Jl. Pantai Amal Lama Kelurahan Pantai Amal itu, semakin banyak dikunjungi wisatawan yang sekedar duduk santai sambil menikmati pemandangan dan aneka dagangan di setiap gazebo di pinggir pantai.

Apalagi di hari-hari libur, terlihat jelas lonjakan jumlah pengunjung bersama keluarga di pantai yang tak jauh dengan Universitas Borneo Tarakan (UBT) tersebut.

Saat tiba di gazebo, pengunjung langsung disambut oleh remaja yang datang mendekat membawa daftar menu berwarna putih dan berbentuk persegi. Terlihat, ada ketentuan yang dipaku di tiang kayu gazebo tersebut yang tertulis Duduk, Pesan, Antar, Bayar. Tak ada satupun pengunjung yang datang ke gazebo diizinkan untuk melanggar ketentuan itu.

Ketika sore hari ditemani suara ombak, tak segan-segan para pengunjung disambangi para pengemis yang meminta-minta. Tinjauan memang benar adanya gelandangan yang jumlahnya lebih dari satu orang mengitari gazebo-gazebo yang ditempati pengunjung.

Berdasarkan keterangan dari pelayan antar hidangan, benar beberapa pengemis itu memanfaatkan akhir pekan dan hari libur untuk melakukan aktifitasnya.

“Iya ada sekitar 5 orang yang sering minta-minta uang ke pengunjung. Kami gak tahu juga mereka itu dari mana, ya bagi kami itukan seikhlasnya aja pengunjung mau ngasi atau tidak,” ujar Faisal kepada benuanta.co.id.

Walau begitu, pengemis tersebut terlihat santun dan berpakaian rapi saat meminta uluran tangan kepada pengunjung. Tak hanya Faisal, informasi dari salah satu pengunjung yang menaruh perhatian akan keadaan itu turut angkat bicara.

“Kita turut prihatin melihat ibu-ibu lanjut usia yang meminta-minta kepada pengunjung. Sempat dilema juga ingin memberi atau tidak. Kalau kita berikan, itu akan jadi kebiasaan nantinya di Kota Tarakan.

Alangkah baiknya yang begini cepat ditangani pemerintah, seandainya mereka itu berjualan ya mungkin kita bisa beli dagangannya,” terang Melvia yang sedang berlibur dengan sanak keluarganya.

Kendati demikian, pantai tersebut memberikan pemasukan yang ekonomis bagi warga sekitar pantai.

“Jadi di setiap gazebo itu ada penjual hidangannya di seberang jalan sana. Kalau hari libur begini kami bisa melayani lebih dari 20 kali pemesanan, begitu juga penjual lainnya,” lanjut Faisal yang sempat menikmati masa kecilnya di negeri jiran Malaysia.

Selain itu untuk bisa masuk ke pantai yang berdomisili di Kecamatan Tarakan Timur itu, pengunjung harus membayar pajak masuk senilai Rp 3 ribu bila hari libur atau akhir pekan.(*)

Reporter: Kristianto Triwibowo

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *