benuanta.co.id, TARAKAN – Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Tarakan terus dikebut Badan Pusat Statistik (BPS). Hingga memasuki pertengahan Agustus, cakupan pendataan disebut telah mencapai hampir 90 persen dari total penduduk dan usaha yang menjadi sasaran sensus.
Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi mengatakan, dari cakupan hampir 90 persen tersebut, lebih dari 80 persen data telah berhasil di-submit ke server dan melalui proses pemeriksaan oleh supervisor maupun pemeriksa lapangan.
“Pendataan Sensus Ekonomi di Kota Tarakan sudah meng-cover hampir 90 persen. Dari hampir 90 persen itu, 80 persen lebih telah ter-submit datanya,” ujarnya.
Pihaknya menargetkan pekerjaan lapangan dapat dituntaskan pada pertengahan Agustus 2026. Sementara kontrak petugas masih berlangsung hingga akhir Agustus, sehingga sisa waktu akan dimanfaatkan untuk memastikan tidak ada rumah tangga maupun usaha yang terlewat.
Selain mengejar kelengkapan cakupan, BPS juga akan melakukan pemeriksaan terhadap data yang dinilai memiliki anomali. Jika diperlukan, petugas akan kembali mendatangi responden untuk memastikan informasi yang diberikan sesuai kondisi sebenarnya.
Dirinya mencontohkan, sebuah usaha dapat saja belum mencatatkan keuntungan karena masih melakukan belanja modal atau berada dalam tahap awal menjalankan usaha.
“Kondisi seperti ini perlu dilakukan revisit. Betulkah kondisinya demikian? Kalau memang masih proses belanja modal dan masih memulai usaha, maka situasi itu dimungkinkan menjadi anomali,” jelasnya.
Guna menyelesaikan pendataan, BPS Tarakan mengerahkan 148 petugas dan 21 pengawas. Mereka disebut tetap bekerja setiap hari tanpa mengenal hari libur. BPS juga menggandeng Pemerintah Kota Tarakan, mulai dari camat, lurah hingga ketua RT, untuk membantu memastikan informasi pelaksanaan sensus diterima masyarakat.
Selain itu, BPS membuka ruang bagi warga maupun pemilik usaha yang belum didata untuk melapor melalui nomor khusus yang telah disampaikan melalui media sosial BPS Tarakan.
“Kami butuh dukungan semua pihak termasuk asosiasi, seperti asosiasi pengusaha. Kemarin juga saya sudah bicara dengan ketua Kadin, mohon dibantu,” terangnya.
BPS juga menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar informasi mengenai sensus dapat disampaikan melalui para pemuka agama kepada masyarakat. Umar menegaskan, kelengkapan data menjadi penting karena satu usaha yang tidak tercatat dapat memengaruhi gambaran kondisi ekonomi daerah.
“Data Sensus Ekonomi ini penting bagi semua pihak. Satu usaha saja tidak tercatat, maka khawatir gambaran ekonomi di Kota Tarakan dan gambaran ekonomi di seluruh Indonesia tidak tergambar,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina








