benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan kembali menggelar Job Fair 2026, Kamis (30/7/2026) sebagai upaya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan sekaligus menekan angka pengangguran. Meski digelar secara sederhana akibat keterbatasan anggaran, kegiatan yang difasilitasi Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kota Tarakan berhasil menghadirkan 11 perusahaan dengan total 496 lowongan pekerjaan, hampir memenuhi target awal sebanyak 500 lowongan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kota Tarakan, Agus Sutanto mengatakan, Job Fair tahun ini menjadi satu-satunya yang dilaksanakan sepanjang 2026. Keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk menghentikan program yang dinilai penting dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
“Karena ini merupakan tugas dan fungsi kami, maka tetap kami laksanakan meskipun secara sederhana,” ujarnya.
Dari 11 perusahaan yang berpartisipasi, kebutuhan tenaga kerja terbesar berasal dari sektor cold storage. Perusahaan seperti PT Minanusa Aurora membuka ratusan lowongan, didominasi pekerjaan non-skill. Selain itu, PT Matahari Putra Prima Tbk melalui unit ritelnya, Hypermart, juga membuka 44 lowongan kerja untuk berbagai posisi.
Agus menjelaskan, pekerjaan non-skill tidak mensyaratkan keterampilan khusus. Posisi yang dibutuhkan antara lain tenaga pengupas hasil perikanan, pemanen kelapa sawit, hingga penderes karet. Untuk posisi pemanen sawit dan penderes karet, penempatan kerja berada di Kabupaten Bulungan meski proses rekrutmen dilakukan melalui perusahaan yang berkantor di Tarakan.
“Yang paling dominan memang kebutuhan tenaga kerja di sektor cold storage yang berada di Tarakan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan pengalaman pelaksanaan Job Fair sebelumnya, jumlah pencari kerja yang datang berkisar antara 700 hingga 1.000 orang. Disperinaker berharap seluruh formasi yang tersedia dapat terisi sehingga mampu membantu menekan angka pengangguran di Kota Tarakan.
Di lokasi kegiatan, Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan juga membuka layanan penerbitan Kartu AK-1 (kartu kuning) bagi masyarakat yang baru lulus sekolah maupun perguruan tinggi agar dapat langsung mengikuti proses rekrutmen.
Meski jumlah lowongan hampir mencapai target, dominasi kebutuhan tenaga kerja pada sektor non-skill menunjukkan struktur pasar kerja di Tarakan masih bertumpu pada industri pengolahan dan pekerjaan yang tidak membutuhkan kompetensi khusus.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk menarik investasi yang mampu membuka lapangan kerja dengan kualifikasi lebih beragam bagi lulusan pendidikan menengah hingga perguruan tinggi. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina







