benuanta.co.id, TARAKAN – Kondisi di wilayah Pantai Amal, Kota Tarakan, mulai kembali kondusif setelah sempat terjadi gelombang pengungsian warga akibat kekhawatiran terhadap potensi tsunami pada Senin (8/6/2026). Hingga Selasa pagi (9/6/2026), hampir seluruh warga telah kembali ke rumah masing-masing.
Lurah Pantai Amal, Deden Halidin, mengatakan pemerintah kelurahan bersama unsur terkait telah bergerak sejak malam untuk mendatangi titik-titik pengungsian dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Semalam saya bersama unsur kelurahan, staf, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan TNI AL mendatangi warga yang mengungsi untuk mengimbau tetap tenang serta memberikan informasi agar tidak termakan isu atau informasi yang tidak jelas terkait kebocoran ataupun ancaman tsunami. Informasi resmi tetap disampaikan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.
Adapun lokasi yang sempat menjadi titik pengungsian warga meliputi Bukit Providen RT 11, Masjid Universitas Borneo Tarakan, Bais Hill, Mushola An Nur di depan Bais Hill, serta Gereja Bukit Amal Kampung Enam.
Menurutnya, setelah pemerintah memberikan penjelasan bahwa masa krisis potensi tsunami telah berakhir, sebagian besar warga mulai kembali ke rumah pada malam hari sekitar pukul 00.30 WITA. Hingga pagi harinya, hampir seluruh lokasi pengungsian telah kosong.
“Di Universitas Borneo sudah habis, di Bais Hill juga sudah habis, di Mushola An Nur semuanya sudah kembali ke rumah,” ungkapnya.
Namun berdasarkan pantauan, hingga sekitar pukul 10.00 WITA masih terdapat sekitar 20 jiwa yang bertahan di Bukit Providen RT 11 karena masih diliputi rasa khawatir. Para pengungsi masih khawatir dengan gempa susulan yang berpotensi tsunami.
“Anggota saya tadi pagi mengecek ke sana, masih ada kurang lebih 20 jiwa yang belum mau pulang karena masih ada kekhawatiran. BPBD juga sudah datang memberikan penjelasan bahwa kondisi sudah aman,” jelasnya.
Pihak kelurahan terus melakukan pendekatan persuasif agar warga yang tersisa segera kembali menjalankan aktivitas normal.
“Kita tetap mengimbau agar bisa kembali ke rumah masing-masing, bisa bekerja dan anak-anak bisa sekolah. Namun warga yang masih bertahan mengatakan mereka masih memiliki kekhawatiran,” ungkap Deden.
Ia menegaskan, warga yang masih berada di lokasi pengungsian merupakan warga RT 11 Pantai Amal, bukan berasal dari kawasan perkotaan. Terkait keamanan lingkungan, Deden memastikan tidak ada laporan kehilangan barang selama rumah-rumah ditinggalkan pemiliknya untuk mengungsi.
“Tidak ada laporan kehilangan,” tegasnya.
Secara keseluruhan, ia memperkirakan hampir seluruh warga telah kembali ke rumah. “Kalau dihitung, mungkin sudah 99,9 persen yang pulang. Yang tersisa tadi sekitar 20 orang berdasarkan pengecekan pukul 10 pagi, kemungkinan sekarang juga sudah kembali. Nanti sore akan kami cek lagi melalui Ketua RT untuk memastikan,” ujarnya.
Dirinya menambahkan situasi di Pantai Amal kini sudah kondusif. Bahkan warga yang sebelumnya mengungsi sudah mulai mengikuti antrean pembagian bantuan pangan dari pemerintah, yang menunjukkan aktivitas masyarakat perlahan kembali normal. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina








