Cuaca Ekstrem, BPBD Catat 13 Titik Pohon Tumbang di Tarakan

Tarakan694 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Tarakan dalam dua hari terakhir memicu serangkaian bencana hidrometeorologi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan mencatat dua kejadian tanah longsor serta 13 kejadian pohon tumbang yang tersebar di sejumlah wilayah.

Kepala BPBD Kota Tarakan, Yonsep mengatakan, tanah longsor terjadi di kawasan Kampung Enam dan Karang Anyar. Sementara itu, hujan disertai angin kencang pada sore hingga malam hari mengakibatkan pohon tumbang di kawasan Juwata Laut dan Juwata Permai.

“Dalam dua hari terakhir terjadi longsor di Kampung Enam dan Karang Anyar. Kemudian sore kemarin cuaca ekstrem mengakibatkan pohon tumbang di Juata Laut dan Juata Permai,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Baca Juga :  FPI Dorong Regulasi LGBT Masuk Agenda Daerah

Dari total 13 kejadian pohon tumbang, sebanyak 10 titik ditangani BPBD Kota Tarakan, sedangkan tiga titik lainnya ditangani Komunitas Relawan Tarakan (Kolakar). Selain pohon tumbang, angin kencang juga menyebabkan atap rumah warga beterbangan. Hingga kini BPBD masih melakukan pendataan, namun sedikitnya empat rumah dilaporkan mengalami kerusakan.

“Untuk sementara kami memberikan bantuan terpal kepada warga terdampak sambil menunggu penanganan lanjutan melalui koordinasi dengan instansi terkait,” ungkapnya.

Baca Juga :  Deflasi Juli 0,57 Persen, Inflasi Tahunan Tarakan Masih di Atas Target

Guna membantu masyarakat saat ada kebencanaa yang terjadi disebabkan hujan maupun angin kencang, pihaknya memastikan BPBD tetap bersiaga selama 24 jam. Selain petugas piket, sebanyak 16 personel penanggulangan bencana siap diterjunkan apabila terjadi kejadian darurat.

Yonsep menuturkan, selain menurunkan personel BPBD penanganan kebencanaan di lapangan juga melibatkan unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), relawan, serta masyarakat. Menurutnya, potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga bulan depan sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana susulan.

Baca Juga :  Karhutla Ancam Sumber Air Tarakan

“Dan kondisi cuaca ekstrim ini juga akan terus terjadi sebelum masa kekeringannya, sampai bulan depan. Jadi kita tetap minta kepada masyarakat untuk berhati-hati,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *