benuanta.co.id, TARAKAN – Sehari setelah terjadinya dugaan pencurian dengan kekerasan (curas) yang menimpa seorang mahasiswa di Jalan Gunung Selatan, Kelurahan Kampung I Skip, Kecamatan Tarakan Tengah, jajaran Polres Tarakan bersama gabungan organisasi kemasyarakatan (ormas) kedaerahan menggelar kegiatan pengamanan dan memberikan imbauan kepada masyarakat di kawasan tersebut, Kamis (23/7/2026) malam.
Kasi Humas Polres Tarakan IPTU Rusli, mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan langkah bersama antara kepolisian dan elemen masyarakat untuk meningkatkan rasa aman bagi pengguna jalan pasca adanya dugaan aksi begal di lokasi itu.
“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Polri dan ormas dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ungkapnya, Sabtu (25/7/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan dimulai sekitar pukul 22.00 WITA dengan melibatkan personel Polres Tarakan, Polsek Tarakan Timur, dan Polsek Tarakan Barat. Sejumlah pejabat utama Polres Tarakan juga turut hadir, di antaranya Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Binmas, Kasat Samapta, Kapolsek Tarakan Timur, Kapolsek Tarakan Barat, serta personel dari berbagai satuan fungsi.
“Seluruh personel yang terlibat melaksanakan pengamanan sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat yang melintas di Jalan Gunung Selatan,” paparnya.
Selain aparat kepolisian, kegiatan itu juga diikuti berbagai organisasi kemasyarakatan kedaerahan yang terdiri atas Yayasan Lembaga Adat Tidung Dayak Bersatu (YLADTB), Laskar Borneo Bersatu (LBB), LPDKT-KU, Pusaka, Jubah Hitam Gepak, dan Tameng Adat Borneo (TAB). Secara keseluruhan, sekitar 56 anggota ormas ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya kepolisian dalam menjaga keamanan bersama,” bebernya.
Menurutnya, kehadiran personel gabungan di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah terulangnya tindak kriminalitas di lokasi tersebut. Selama kegiatan berlangsung, petugas juga aktif mengingatkan warga agar lebih berhati-hati, terutama saat melintas pada malam hari. “Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan,” ujarnya.
Kegiatan pengamanan berlangsung hingga sekitar pukul 23.50 WITA. Seluruh rangkaian berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif sebelum seluruh anggota ormas maupun personel yang terlibat meninggalkan lokasi dan kembali ke kediaman masing-masing.
“Selama kegiatan berlangsung situasi tetap aman, tertib, dan tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas,” ucapnya.
Terkait langkah selanjutnya, IPTU Rusli mengatakan pihak kepolisian bersama perwakilan ormas masih akan melakukan koordinasi untuk menentukan apakah kegiatan serupa akan kembali dilaksanakan hingga kondisi di kawasan Jalan Gunung Selatan benar-benar dinilai aman.
“Ke depan kami akan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk menentukan langkah lanjutan sesuai perkembangan situasi di lapangan,” tukasnya.
Pada kesempatan itu, Ketua Laskar Borneo Bersatu, Ricky Febriansyah, menyampaikan pernyataan sikap yang menegaskan komitmen bersama untuk menjaga keamanan serta mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di kawasan yang dinilai rawan tersebut.
“Kami bersama-sama berkomitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat dan mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu waspada,” katanya.
Sementara itu, perwakilan LPDKT-KU, A. Vendy Meru, memberikan arahan kepada seluruh anggota ormas agar tidak berkumpul di satu titik. Mereka diminta menyebar di sepanjang ruas Jalan Gunung Selatan bersama personel kepolisian untuk melakukan pemantauan sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat yang melintas.
“Pola penyebaran personel dilakukan agar pengawasan di sepanjang jalan dapat berjalan lebih efektif,” tutupnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







