Pemerintah Siapkan Konsumsi Bervariatif untuk Para Pengungsi Selama Sepekan

benuanta.co.id, TARAKAN – Data pengungsi korban kebakaran di pesisir Karang Anyar semakin hari bertambah. Namun hal tersebut tidak menyulitkan pemerintah dalam mempersiapkan konsumsi perharinya kepada sejumlah pengungsi korban kebakaran RT 21, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat.

Kepala Pelaksana Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAZ) Kota Tarakan, Syamsi Sarman mengatakan Wali Kota Tarakan menetapkan tangap bencana selama satu pekan, pihaknya menyediakan konsumsi selama seminggu.

“Dalam sehari, para pengungsi menerima fasilitas makan sebanyak 3 kali,” ucapnya. Sabtu (1/7/2023)

Baca Juga :  Cuaca Panas, BPBD Catat 8 Titik Karhutla di Tarakan

Berdasarkan hasil rapat penanganan bencana, jika melewati masa waktu seminggu, posko akan ditutup. Kemudian para pengungsi akan diberikan santunan sesuai dengan ketentuan pemerintah.

“Santunan yang diberikan sesuai dengan status tempat tinggal, seperti rumah pribadi maupun rumah sewa,” imbuhnya.

Selama pembagian logistik kepada korban pengungsi tidak ada kendala yang dihadapi oleh pihaknya seberapapun jumlah pengungsi yang datanya terus bertambah. Baznas juga tetap bersiaga menyiapkan logistik untuk para pengungsi sesuai dengan data yang diberikan.

Baca Juga :  Pelaku Tabrak Lari hingga Sebabkan Laka Beruntun di Tarakan Masih Dalam Penahanan Polisi

“Pada hari pertama, data awal hanya 300 jiwa, kini bertambah hingga 400, kami mengikuti permintaan posko. Jika diminta tambah, kami akan tambah, dalam hal ini Baznas tidak sendiri. Sejumlah ormas, maupun organisasi islam lainnya turut serta mengambil andil ” ungkapnya.

Ihwal menu, pihaknya mengikuti menyajikan menu yang bervariatif seperti ayam geprek, ayam lalap, daging sapi, maupun ikan.

“Makanan yang disajikan merupakan menu yang praktis,” singkatnya.

Baca Juga :  Bantah Persoalan Kepentingan Pajak dan Bansos, BPS Tarakan Pastikan Data Sensus Ekonomi Bersifat Rahasia

Dalam rapat disampaikan,pemberian sumbangan bisa berupa uang, karena jika logistik yang diberikan, dikhawatirkan pembagian bisa tidak merata.

“Jika dibagikan peralatan dapur, maka, dalam soal pembagian agak susah, bisa dilihat logistik sudah banyak sekali. Jika berupa uang, seperti kejadian kebakaran di Sebengkok lalu, masing-masing Kepala Keluarga bisa mendapatkan Rp 13 juta dari hasil donasi. Jadi, uang yang terkumpul dapat dibagikan dalam jumlah jiwa,” tutupnya.(*)

Reporter: Okta Balang

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *