benuanta.co.id, NUNUKAN – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Kalimantan Utara menggelar Sosialisasi Konsep Dasar Partai (SKDP) pada (25/4/226).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi PKS untuk memperkuat ideologi, konsolidasi organisasi, serta arah perjuangan kader, khususnya di wilayah perbatasan.
Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Kalimantan Utara, Muhammad Nasir, menegaskan, SKDP bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang pembinaan ideologis untuk meneguhkan arah gerak partai.
“Kalau kita melihat substansi materinya, ini bukan agenda seremonial. Ini adalah proses penguatan ruh perjuangan, penegasan arah gerakan, sekaligus penyatuan cara pandang kader terhadap peran PKS sebagai partai dakwah yang hadir untuk rakyat,” ujar Nasir.
Menurutnya, pemahaman menyeluruh terhadap AD/ART serta platform pembangunan partai menjadi fondasi penting agar seluruh kader memiliki kesamaan visi dalam menjalankan peran politik, baik di struktur partai maupun sebagai wakil rakyat.
“Dengan pemahaman yang kuat terhadap platform PKS, setiap kebijakan dan langkah politik yang diambil akan lebih konsisten, terukur, serta benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat,” lanjutnya.
Nasir juga menyoroti pentingnya materi GBKP dan konsep Wanantara sebagai pedoman membangun kekuatan organisasi yang kontekstual, terutama di Kalimantan Utara yang memiliki karakteristik daerah perbatasan dengan tantangan pembangunan yang khas.
“Kaltara merupakan wilayah strategis. Kita membutuhkan kader yang tidak hanya memahami ideologi, tetapi juga mampu menerjemahkan kebijakan partai sesuai kebutuhan daerah. Di sinilah konsep Wanantara menjadi penting, agar gerakan partai adaptif, relevan, dan solutif,” jelasnya.
Selain penguatan ideologi dan strategi politik, SKDP juga menempatkan ketahanan keluarga sebagai isu penting. Menurut Nasir, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kokoh dan bangsa yang kuat.
“Keluarga adalah pilar dasar. Jika keluarga kuat, maka masyarakat dan bangsa juga akan kuat. Karena itu, setiap kebijakan yang kita dorong harus berorientasi pada penguatan institusi keluarga,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, PKS Kalimantan Utara berharap mampu melahirkan kader-kader yang solid secara ideologis, matang secara strategi, serta memiliki kapasitas kepemimpinan dan integritas dalam melayani masyarakat.
“Kita ingin mencetak kader yang militan, berintegritas, dan memiliki kapasitas. Kader yang hadir bukan sekadar sebagai politisi, tetapi menjadi solusi nyata bagi rakyat,” tutupnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Ramli







