benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan terus memperkuat pembangunan sektor unggulan daerah.
Tidak hanya berfokus pada pertanian, pemerintah daerah juga mulai mengarahkan perhatian pada pengembangan sektor perikanan melalui rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah Mansapa.
Bupati Nunukan, Irwan Sabri mengungkapkan, pemerintah pusat melalui kementerian terkait telah meminta kesiapan lahan sebagai syarat utama realisasi program tersebut. Menindaklanjuti hal itu, Pemkab Nunukan telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 10 hektare di Mansapa.
“Kita akan mendapatkan bantuan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Mansapa. Kemarin dari kementerian sudah meminta lahan, dan kita sudah siapkan kurang lebih 10 hektare,” ujar Irwan.
Menurutnya, saat ini lahan yang disiapkan tengah dalam proses pemenuhan aspek legalitas agar memenuhi persyaratan administrasi dari pemerintah pusat.
“Dari pusat juga meminta legalitas lahan sekitar 10 hektare. Ini merupakan program Presiden untuk menunjang sektor perikanan,” jelasnya.
Ia menerangkan, Kampung Nelayan Merah Putih nantinya akan dibangun dengan konsep kawasan terpadu yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Sejumlah fasilitas penunjang juga akan disiapkan, dengan pola pengembangan yang disebut menyerupai konsep kawasan koperasi modern berbasis masyarakat.
“Nantinya akan dibangun secara serempak, lengkap seperti konsep Koperasi Merah Putih. Pemerintah daerah hanya sebagai penerima manfaat. Mudah-mudahan tidak ada perubahan, karena sudah dilakukan peninjauan lapangan,” jelasnya.
Irwan berharap, apabila seluruh persyaratan lahan dapat segera dituntaskan, pembangunan kawasan tersebut bisa mulai direalisasikan pada tahun ini.
“Kalau lahannya tidak ada masalah dan sudah matang, insyaallah tahun ini bisa mulai dibangun,” tuturnya.
Irwan menambahkan, program ini diharapkan menjadi pengungkit baru bagi sektor perikanan Nunukan, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan ekonomi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







