Dispensasi Perkawinan Anak Dituangkan di MoU

benuanta.co.id, NUNUKAN – Banyaknya permohonan perkawinan anak di Kabupaten Nunukan menginisiasi Pengadilan Agama Kabupaten Nunukan untuk bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Kabupaten Nunukan, dalam pelayanan pemberian dispensasi perkawinan anak.

Dispensasi perkawinan anak ini diteken bersama melalui Memorandum Of Understanding (MoU) di Media Center Pengadilan Agama Kabupaten, pada Rabu 22 Juni 2022.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Kabupaten Nunukan, Faridah Aryani mengatakan, MoU ini dilakukan berangkat dari banyaknya kasus pernikahan anak di bawah umur yang terjadi di Nunukan.

Baca Juga :  Sengketa Lahan Adat 1.000 Hektare di Sebuku Berakhir Damai, Kedua Perusahaan Janji Lanjutkan Kemitraan dengan Masyarakat

“Kita sudah melakukan MoU dan dampaknya sangat baik,” ujar Faridah Aryani.

Kata Faridah, perkawinan anak di bawah usia 19 tahun tidak disarankan secara kesehatan. Sebab organ-organ reproduksi belum siap dan bisa berdampak pada terjadinya kanker leher rahim pada wanita.

“Jika menikah dan melahirkan anak pun bisa beresiko melahirkan anak yang pendek (stunting),” katanya.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Nunukan: Hujan Petir Berpotensi Terjadi Pagi dan Dini Hari

Dinkes P2KB, lanjutnya akan fokus menyoroti masalah kesehatan yang terjadi dengan melakukan edukasi kesehatan reproduksi dan pembinaan kemudian mengeluarkan rekomendasi ke Pengadilan Agama.

Sedangkan DSP3A berencana melakukan pembinaan melalui psikolog, kemudian memberikan rekomendasi ke Pengadilan Agama. Keputusan mutlak perkawinan atau tidak nantinya akan berada di Pengadilan Agama.

Sisi lain dari pernikahan anak di bawah umur juga berpengaruh terhadap peningkatan kasus perceraian yang bisa berdampak pada permasalahan sosial di masyarakat. (*)

Baca Juga :  Komplotan Pencuri Motor di Nunukan Diringkus Polisi, Modif Kendaraan untuk Hilangkan Jejak

Reporter:  Darmawan

Editor : Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *