benuanta.co.id, NUNUKAN – Sejumlah wilayah di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berpotensi mengalami hujan hingga hujan petir pada Kamis, 22 Oktober 2026 hingga Jumat, 23 Oktober 2026. Masyarakat diimbau mewaspadai perubahan cuaca, terutama saat beraktivitas di luar ruangan dan melakukan perjalanan.
Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas IV Nunukan, periode prakiraan berlaku mulai Kamis pukul 08.00 WITA hingga Jumat pukul 08.00 Wita.
“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca, terutama pada pagi hari dan dini hari yang berpeluang terjadi hujan hingga hujan petir. Kami juga menyarankan masyarakat untuk memantau informasi prakiraan cuaca resmi BMKG sebagai langkah antisipasi sebelum melakukan aktivitas,” ujar Kepala BMKG Nunukan, William Sinaga.
Di wilayah Kecamatan Nunukan, suhu udara diprakirakan berkisar 24–30 derajat Celsius dengan kelembapan udara 67–99 persen. Hujan berpotensi terjadi pada pagi hari, sedangkan pada dini hari terdapat potensi hujan petir.
Kondisi serupa diprakirakan terjadi di Kecamatan Nunukan Selatan. Suhu udara diperkirakan berkisar 25–29 derajat Celsius dengan kelembapan 73–94 persen. Hujan berpotensi terjadi pada pagi hari, sementara hujan petir diprakirakan pada dini hari.
Di Pulau Sebatik, potensi hujan juga perlu diwaspadai. Wilayah Sebatik Tengah, Sebatik Utara, Sebatik Timur, Sebatik Barat, dan Sebatik diprakirakan mengalami hujan pada pagi hari serta berpotensi hujan petir pada dini hari.
Kecepatan angin di wilayah Sebatik diprakirakan berkisar 9–13 kilometer per jam, dengan suhu udara umumnya berada pada rentang 24–31 derajat Celsius.
Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah daratan Kabupaten Nunukan menunjukkan variasi. Kecamatan Sebuku diprakirakan mengalami hujan pada pagi hari dan berpotensi hujan petir pada dini hari.
Sejumlah kecamatan lain, seperti Lumbis, Lumbis Hulu, Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan, Sembakung, Sembakung Atulai, dan Tulin Onsoi, juga memiliki potensi hujan pada waktu tertentu selama periode prakiraan tersebut.
Suhu udara di wilayah-wilayah itu diperkirakan berkisar 21–31 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 100 persen di beberapa kecamatan.
William juga mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di laut maupun menggunakan transportasi perairan agar memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan.
“Bagi nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan, kami mengimbau agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan. Jika kondisi cuaca tidak mendukung, sebaiknya menunda aktivitas hingga situasi memungkinkan,” tambahnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi cuaca. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina








