Pelajar di Nunukan Dilatih Hadapi Situasi Bencana

benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebanyak 853 siswa SMP Negeri 1 Nunukan mengikuti rangkaian kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah pada Rabu (21/10/2026).

Melalui simulasi ini, siswa dan tenaga pendidik dibekali pemahaman mengenai langkah penyelamatan diri serta prosedur evakuasi ketika bencana terjadi.

Kepala SMP Negeri 1 Nunukan, Rustiningsih, mengatakan kegiatan tersebut penting untuk membangun kesadaran warga sekolah terhadap risiko bencana. Terlebih, jumlah siswa yang mencapai 853 orang membutuhkan kesiapan dan koordinasi yang baik apabila terjadi keadaan darurat.

“Kegiatan ini merupakan tahapan puncak yang sebelumnya diawali dengan sosialisasi selama tiga hari. Dengan jumlah siswa sebanyak 853 orang, kami berharap kolaborasi antara instansi terkait dapat terus terjalin untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMP Negeri 1 Nunukan,” ujarnya.

Baca Juga :  Angka Kemiskinan Nunukan Turun Jadi 5,23 Persen, Jumlah Warga Miskin Justru Bertambah

Menurut Rustiningsih, kesiapsiagaan bencana dan perubahan iklim juga menjadi perhatian dalam dunia pendidikan. Karena itu, pemahaman mengenai mitigasi bencana perlu diterapkan, tidak hanya melalui materi pembelajaran, tetapi juga latihan yang membiasakan siswa mengambil tindakan secara tepat.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan, Sirajudin, menekankan pentingnya kesiapan sekolah menghadapi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Baca Juga :  Karhutla di Lumbis dan Sembakung, Enam Hektare Lahan Terbakar

Ia mengingatkan bahwa keselamatan siswa harus menjadi prioritas. Sekolah perlu memastikan jalur evakuasi, titik kumpul, serta prosedur penyelamatan dipahami seluruh warga sekolah.

“Simulasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk latihan nyata untuk meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam menghadapi situasi darurat serta melindungi keselamatan jiwa,” kata Sirajudin.

Ia juga mengingatkan siswa agar memahami langkah penyelamatan diri, khususnya saat terjadi gempa bumi, seperti melindungi kepala, berlindung di bawah meja yang kokoh, dan mengikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul setelah situasi memungkinkan.

Baca Juga :  Diduga Korsleting Listrik, Gedung Veteran Nunukan Terbakar

Selain di sekolah, pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan di lingkungan keluarga. Siswa juga didorong untuk membicarakan rencana evakuasi bersama orang tua sebagai langkah antisipasi apabila bencana terjadi di rumah.

Kesiapsiagaan di lingkungan sekolah menjadi penting karena penanganan keadaan darurat tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas, tetapi juga pada pemahaman dan respons setiap individu.

Melalui simulasi SPAB, SMP Negeri 1 Nunukan diharapkan dapat membangun kebiasaan tanggap bencana di kalangan siswa maupun tenaga pendidik. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina