benuanta.co.id, NUNUKAN– Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nunukan menggelar kegiatan Lebaran Yatim dan Difabel sebagai bagian dari program nasional Kementerian Agama RI yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada momentum 10 Muharram.
Kegiatan ini dilakukan dengan penyaluran santunan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas. Program ini menjadi wujud kepedulian terhadap kelompok rentan sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan di bulan Muharram.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, H. Aliansyah, mengatakan Lebaran Yatim dan Difabel merupakan agenda tahunan yang tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak yatim serta penyandang disabilitas.
“Momentum 10 Muharram mengajarkan pentingnya berbagi dan peduli kepada sesama, khususnya anak-anak yatim dan saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan mereka merasakan kebersamaan dan perhatian dari masyarakat,” kata Aliansyah.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan di Nunukan mendapat dukungan dari berbagai lembaga zakat dan mitra sosial. Sinergi tersebut memungkinkan bantuan yang diberikan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Menurut Aliansyah, kolaborasi antara Kemenag, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), lembaga amil zakat, perbankan syariah, serta para donatur menjadi kekuatan penting dalam membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa semangat berbagi masih sangat kuat. Ketika berbagai pihak bersatu, manfaat yang dirasakan masyarakat juga semakin besar,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Kemenag Nunukan menggandeng Baznas Kabupaten Nunukan, Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ), Lazismu, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Bank Syariah Indonesia (BSI), serta sejumlah lembaga amil zakat lainnya.
Aliansyah berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu mendorong tumbuhnya budaya kepedulian sosial yang berkelanjutan, terutama terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas di wilayah perbatasan.
“Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi anak-anak kita untuk terus belajar, tumbuh, dan meraih cita-citanya,” tutupnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina








