benuanta.co.id, BERAU– Ada yang berbeda dan patut dinantikan dari Kabupaten Berau tahun ini. Pemerintah Kabupaten Berau kembali menyambut baik pelaksanaan Festival Budaya Bekudung Betiung, sebuah ajang tahunan yang menjadi garda terdepan dalam mempertahankan tradisi adat budaya asli Bumi Batiwakkal.
Namun, ada satu hal unik yang menarik perhatian. Wakil Bupati Berau, Gamalis, secara terbuka menantang seluruh masyarakat dan pengunjung yang hadir untuk melakukan sebuah aksi massal demi mendongkrak popularitas budaya lokal.
Dalam sambutannya, Gamalis mengapresiasi tinggi komitmen masyarakat Tumbit Dayak, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah Kampung maupun Kecamatan Sambaliung yang konsisten menjaga warisan leluhur. Kendati demikian, ia menegaskan promosi budaya tidak boleh berhenti di tempat.
“Saya yakin kita semua memiliki handphone. Saya yakin kita semua memiliki media sosial, apakah itu TikTok, Instagram, YouTube, dan lain sebagainya. Ayo, sama-sama kita foto, kita film-kan acara hari ini. Serentak hari ini kalau dapat, kita share semuanya!” ujar Gamalis, Kamis (25/6/2026).
Gamalis mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi pemasar atau marketing yang aktif mempromosikan keunikan Bekudung Betiung. Tujuannya jelas, agar festival ini tidak hanya dikenal di level lokal Berau, melainkan menggema di Provinsi Kalimantan Timur, pulau Kalimantan, hingga menembus kancah nasional.
Festival Bekudung Betiung sendiri menyuguhkan rangkaian adat yang sangat variatif dan autentik. Mulai dari prosesi Jagud, Betium (biji-bijian), mengunjungi rumah kepala tua, tradisi Panjak Piwai (proses pengambilan madu di pohon yang tinggi), hingga berbagai ritual adat lainnya yang menggambarkan mata pencaharian masyarakat yang menyatu dengan alam.
Dengan keunikan tersebut, Pemkab Berau menargetkan festival ini dapat naik kelas ke tingkat nasional melalui program kurasi Kharisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf.
“Mari sama-sama kita menjadi marketing. Kita jual ini acara, ramai-ramai kita jual. Kita harus memiliki paling tidak satu event dari 125 event secara nasional yang bisa masuk di agenda KEN,” tambahnya.
Tidak hanya sekadar pelestarian adat, ajang tahunan ini juga terbukti menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat. Kehadiran para pelaku UMKM yang meramaikan festival menjadi bukti nyata bahwa budaya dapat berjalan beriringan dengan kesejahteraan ekonomi kreatif.
Gamalis juga memberikan ucapan selamat ulang tahun yang ke-263 untuk Kampung Tumbit Dayak. Dengan statusnya yang kini telah menjadi Kampung Mandiri, ia berharap Kampung Tumbit Dayak terus eksis sebagai ikon wisata budaya.
Sehingga ke depannya, sektor pariwisata Berau tidak hanya bertumpu pada keindahan alam bahari semata, tetapi juga kemegahan wisata budayanya yang eksotis. Secara resmi, Wakil Bupati Berau akhirnya membuka Festival Budaya Bekudung Betiung dan rangkaian Hari Jadi Kampung Tumbit Dayak tersebut. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina








