Pentingnya Edukasi Agama untuk Anak Usia Dini

benuanta.co.id, NUNUKAN – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) dan Raudhatul Athfa Kabupaten Nunukan menekankan pentingnya pendidikan agama pada anak di usia dini. Hal itu dilangsungkan saat menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Hidayaturrahman Islamic Center Nunukan.

Ketua Himpaudi Kabupaten Nunukan, Martina mengatakan kegiatan memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW dengan tema ‘Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dalam Membangun Karakter Generasi yang berakhlak Religius’ itu sakaligus memberikan edukasi pendidikan agama bagi anak.

“Selain memperingati Maulid Nabi, kita juga membangun karakter bagi anak-anak sejak dini,” kata Martina, Selasa (8/10/2024).

Baca Juga :  Akses Darat Lumpuh, Harga Bahan Pokok dan BBM di Krayan Selatan Melonjak

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Nunukan, Faridah Aryani menjelaskan kegiatan ini sangat baik dan positif, sehingga anak-anak di usia dini bisa belajar tentang agama sekaligus edukasi.

“Orangtua bisa mengajar anaknya untuk shalat, sopan santun, termasuk berkata jujur,” jelasnya.

Lanjut dia dikatakannya, di dalam rumah tangga yang pertama dilihat anak adalah figur seorang ibu. Sehingga ibu merupakan sosok penting di dalam rumah tangga untuk mendidik, serta dapat mencetak generasi yang berkualitas.

Baca Juga :  Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat, Akses Warga Sungai Limau Kembali Terhubung

Sejak Januari hingga 8 Oktober 2024 Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat ada sekitar 35 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan, kasus ini tidak diterima secara langsung.

Menerawang angka kasus tersebut, hal itu bisa terjadi karena dari pergaulan termasuk lingkungan yang dapat mempengaruhi anak. Ia berharap agar orang tua lebih sering mendidik anak dengan pola asuh, memperhatikan anak-anaknya baik di sekolah, bermain dan lainya.

Baca Juga :  Harga Konsumen Stabil, Nunukan Catat Deflasi pada Mei 2026

“Orang tua itu harus lebih pintar dari anak-anaknya, jika memberikan handphone sebaiknya dibatasi atau dilakukan pengawasan, agar tidak salah digunakan,” jelasnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *