Pendidikan Non Formal Solusi untuk Anak Putus Sekolah di Perbatasan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pendidikan non formal terus digaungkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan. Hal ini dianggap sangat penting lantaran bagian dari peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), serta menjadi solusi bagi anak putus sekolah.

Diterangkan Kepala Dinas Pendidikan Nunukan, Akhmad dalam memenuhi pendidikan masyarakat terutama bagi yang putus sekolah maka pendidikan non formal perlu dilakukan terutama bagi wilayah perbatasan.

Baca Juga :  Inflasi Kabupaten Nunukan Juni 2026 Capai 2,08 Persen, Kelompok Makanan Jadi Penyumbang Terbesar

“Ada sekitar 800 orang yang difasilitasi melalui sekolah non formal di Kabupaten Nunukan pada warga binaan yang mendapatkan pendidikan dan kesetaraan ijazah paket A, B, dan C,” kata Akhmad Kamis, 11 Juli 2024.

Kata Akhmad, pihaknya hampir setiap tahunnya ratusan anak putus sekolah dan masyarakat umum telah difasilitasi melalui sekolah non formal dengan berbagai metode pembelajaran dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan, guna meningkatkan kualitas hidup.

Baca Juga :  Kemenag dan DPRD Nunukan Cari Solusi Turunnya Pendaftar Madrasah dan Ponpes

Pendidikan non formal di Kabupaten Nunukan telah memberikan kesempatan dan telah memfasilitasi pendidikan bagi warga yang umumnya putus sekolah, jauh dari fasilitas sekolah SD, SMP, SMA, sementara masyarakat yang juga berada di luar usia sekolah, harus melalui pendidikan non formal.

Sekolah non formal ini sangat membantu masyarakat di perbatasan, apalagi di tempat yang tidak ada sekolahnya. Di Nunukan ada beberapa sekolah non formal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan ada juga Program Kejar Si Toga melalui sekolah non formal ini pihaknya mengakui warga yang membutuhkan pendidikan pasti terbantu. (*)

Baca Juga :  Ditinggal Salat Jumat, Satu Rumah Warga di Desa Binusan Nyaris Ludes Terbakar

Reporter: Darmawan

Editor: Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *