100 Peserta Tak Hadir, Polda Kaltara Buka Slot Vaksin Dengan Modal KTP  

benuanta.co.id, TARAKAN – Komitmen wujudkan herd immunity di Provinsi Kaltara. Vaksinasi kembali digelar dengan menyasar sebagian besar mahasiswa di Gedung Wanita. Alokasi vaksin Sinovac dari Polda Kaltara sebanyak 500 dosis yang disuntikkan ini bekerja sama dengan organisasi PMII dan Tim Satgas Covid-19.

Kapolda Kaltara, Irjen Pol Bambang Kristiyo, melalui Pejabat Sementara (Ps) Kepala Urusan Kesehatan (Kaur Kes) Kambtibmas Subbid Dokpol Biddokes Polda Kaltara, dr. Ferdinan Herson Mapanawang mengatakan, bahwa vaksinasi kali ini merupakan vaksin dosis kedua yang diberikan untuk mahasiswa.

“Sasarannya lebih ke mahasiswa dan rekan-rekanan yang sudah bekerja sama kemarin dengan targetnya 500 dosis,” ujar dr. Ferdinan Herson Mapanawang, Senin (6/9/2021).

Baca Juga :  311 Badan Usaha di Tarakan Menunggak Iuran BPJS Ketenagakerjaan, Total Capai Rp8,75 Miliar

Meski telah dialokasikan 500 dosis, sekitar 100 lebih peserta juga tidak hadir dalam penyuntikan dosis kedua ini.

“Tidak datang kurang lebih 100an orang, ya alasannya karena di luar daerah dan nomornya tidak bisa dihubungi,” imbuhnya.

Untuk mengatasi hal ini, Polda Kaltara tetap membuka slot vaksin yang tidak habis dengan cukup dengan membawa KTP saja.

Baca Juga :  Ops Patuh Kayan 2026 Dimulai, Satlantas Polres Tarakan Incar Pengendara Melawan Arus hingga Kebut-kebutan

Ferdinan menerangkan, sejauh ini capaian vaksinasi untuk Kaltara sudah menyasar ke 38.242 orang di masing-masing wilayah kabupaten kota.

“Realisasi sudah lebih dari 38.000 ya seluruh Kaltara yang pelayanannya di tiap-tiap Urkes atau rumah sakit kabupaten kota,” terangnya.

Menyinggung soal Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Kipi), Ferdinan menyebut, hingga saat ini belum ada Kipi serius. Sebagai bentuk antisipasi telah tertera call center layanan vaksin jika terjadi Kipi yang mengkhawatirkan.

Baca Juga :  Perangkat Radio Ilegal Berpotensi Ganggu Frekuensi Penerbangan di Kaltara

“Kalo Kipi ringan aja palingan ngeluhnya sakit kepala dan demam dan biasanya masyarakat itu langsung menelfon di nomor yang tertera itu,” tandasnya. (*)

Reporter : Endah Agustina

Editor : Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *