TARAKAN – Kasus pemerkosaan dan perampasan barang milik dua remaja di Juata Laut beberapa waktu lalu, saat sedang berduaan di tempat gelap, sampai saat ini belum terungkap.
Kepolisian Sektor (Polsek) Tarakan Utara terus melakukan pencarian pelaku pemerkosaan dan pencurian yang menimpa dua remaja yang sedang pacaran di tempat sepi itu pada 16 Mei 2021 lalu.
BACA BERITA TERKAIT:
- Polisi Sebut Ada Kejanggalan, Pelaku Pemerkosaan di Juata Laut Masih Sulit Diidentifikasi
- Didatangi OTK saat Pacaran di Tempat Gelap, Gadis 16 Tahun Diperkosa dan Pacarnya Diikat
Kapolsek Tarakan Utara, IPTU Kistaya mengatakan, telah menerima hasil visum dari korban pemerkosaan yang masih berumur 16 tahun tersebut. Dari hasil visum tersebut, tidak terdapat tanda-tanda pemerkosaan.
“Tidak ada tanda pemerkosaan pada korban yang mengaku diperkosa, bahkan tanda luka lebam, cakar, atau bekas-bekas kekerasan lainnya juga tidak ditemukan,” ujar Kistaya kepada benuanta.co.id, Selasa (1/6/2021).
Dijelaskan Kistaya, sebelumnya kedua remaja yang melapor ke Polsek Utara mengaku didatangi oleh Orang Tak Dikenal (OTK) saat sedang berpacaran di tempat sepi. “Korban yang perempuan mengaku diperkosa, tapi tidak ada tanda kekerasan, beberapa spekulasi juga muncul saat kedua korban tidak mengetahui ciri-ciri pelaku,” terangnya.
Selain itu, terdapat dugaan laporan pemerkosaan dan pencurian dari kedua korban merupakan rekayasa dari korban sendiri, karena banyak kejanggalan dari keterangan yang didapat dari kedua korban.
“Mereka berdua tidak mengetahui ciri-ciri dari pelaku, dan diduga keduanya merekayasa laporan,” terangnya.
“Namun Polsek Barat tetap melakukan proses penyelidikan dan mengimbau masyarakat setempat khususnya di wilayah Tarakan Utara untuk tetap waspada dan menghindari tempat sepi di malam hari,” tutupnya.(*)
Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor: M. Yanudin







