Dishut Kaltara Libatkan Puluhan MPA di Kabupaten Kota untuk Cegah dan Tangani Karhutla

benuanta.co.id, BULUNGAN — Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan puluhan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tersebar di kabupaten/kota.

Kepala Bidang Perlindungan, Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Dishut Kaltara, Maryanto, mengatakan MPA berperan penting dalam melakukan deteksi dan penanganan awal sebelum kejadian karhutla meluas.

“Kita dibantu sama MPA yang kita bentuk. Mereka yang melakukan deteksi dan penanganan dini serta menyampaikan ke Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH),” ujar beberapa waktu lalu saat dijumpai benuanta.co.id,

Menurutnya, Dishut Kaltara awalnya membentuk dua MPA di setiap kabupaten/kota, terutama di desa dan kelurahan yang masuk wilayah rawan kebakaran. Seiring waktu, jumlah MPA bertambah melalui pembentukan bersama KPH. Saat ini, jumlah MPA terbanyak berada di Kabupaten Malinau dengan 21 kelompok. Selanjutnya Tana Tidung 14 MPA, Nunukan 11 MPA, Bulungan 10 MPA, dan Tarakan sebanyak 4 MPA.

Baca Juga :  Penduduk di Kalimantan Utara Bertambah 8.500 Jiwa dalam Enam Bulan

Para anggota MPA juga dibekali sejumlah peralatan pemadaman sederhana, seperti jet shooter atau pompa punggung manual, cangkul, sekop, parang, serta perlengkapan lainnya. Dishut Kaltara sebenarnya berencana menambah dukungan peralatan berupa mesin pompa mini tahun ini. Namun, pengadaan tersebut harus ditunda karena keterbatasan anggaran.

Di sisi lain, potensi karhutla masih cukup tinggi. Dalam beberapa pekan terakhir, Dishut Kaltara mencatat sejumlah kejadian kebakaran dengan luasan lahan yang terbakar berkisar 5-6 hektare hingga mencapai 20 hektare.

Baca Juga :  Waspada Dampak Kesehatan Akibat Cuaca Panas, Dinkes Kaltara Minta Warga Datangi Faskes Jika Alami Gelaja Ini

“Yang belakangan ini kita lakukan pemadaman ada di Tarakan, Bulungan, Tana Tidung dan juga di Malinau,” katanya.

Selain MPA, Dishut Kaltara mengandalkan Brigdal Karhutla yang disiagakan di setiap KPH. Terdapat tiga regu di masing-masing KPH kabupaten/kota dan tiga regu di tingkat Dishut Kaltara. Dengan masing-masing regu beranggotakan 15 orang, total terdapat 18 regu atau sekitar 270 personel yang siap diterjunkan untuk melakukan pengendalian karhutla.

Untuk mendukung operasional, Dishut Kaltara memiliki sembilan kendaraan roda enam water supply, 10 kendaraan roda empat slip on, lima mobil personel pengendalian karhutla, serta dua unit speedboat. Sementara peralatan pemadaman lainnya terdiri dari 10 mesin pompa portable, empat pompa apung, 30 jet shooter, 115 selang pemadam, dan 48 set alat pelindung diri (APD).

Baca Juga :  Belanja Diperketat, OPD Kaltara Diminta Maksimalkan PAD

Maryanto mengingatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan tidak akan cukup jika masyarakat masih melakukan pembakaran lahan secara terbuka. Terlebih, kondisi cuaca Kaltara dalam beberapa hari terakhir cenderung panas disertai angin cukup kencang. Kondisi tersebut dinilai dapat membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan.

“Kita melalui teman-teman KPH dan juga MPA terus memberikan imbauan agar sementara tidak membakar lahan untuk membuka kebun atau pertanian karena kondisi tidak pernah hujan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *