benuanta.co.id, BULUNGAN – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) Usman, menegaskan pelaksanaan survei akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan harus menjadi momentum untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
Menurut Usman, akreditasi rumah sakit bukan sekadar proses administratif untuk memperoleh sertifikat. Lebih dari itu, akreditasi menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat memenuhi standar mutu dan keselamatan.
“Akreditasi ini bukan hanya mengejar sertifikat, tetapi bagaimana standar pelayanan itu benar-benar diterapkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Usman, Kamis, (1/10/2026)
Ia mengatakan rumah sakit memiliki peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Karena itu, kualitas pelayanan harus menjadi perhatian utama, mulai dari aspek manajemen, sumber daya manusia hingga keselamatan pasien.
Usman menilai peningkatan mutu pelayanan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Terlebih, tantangan pelayanan kesehatan ke depan semakin kompleks sehingga rumah sakit dituntut mampu beradaptasi dan meningkatkan kapasitasnya.
“Pelayanan harus bermutu, aman, dan yang paling utama keselamatan pasien harus menjadi perhatian,” ujarnya.
Ia juga berharap proses survei akreditasi dapat memberikan gambaran mengenai kondisi pelayanan di RSUD dr. H. Jusuf SK, termasuk berbagai hal yang masih perlu dibenahi.
Menurutnya, masukan dari tim surveior penting untuk menjadi bahan evaluasi rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“Masukan dan arahan dari tim surveior tentu sangat penting untuk perbaikan pelayanan ke depan,” katanya.
Usman menambahkan, peningkatan mutu rumah sakit tidak hanya bergantung pada fasilitas. Kompetensi tenaga kesehatan, tata kelola, serta konsistensi dalam menerapkan standar pelayanan juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.
“Yang penting bagaimana seluruh jajaran rumah sakit menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutupnya. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







