benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus berupaya memperkuat kelembagaan koperasi kelapa sawit rakyat agar mampu berkembang dan meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satunya dilakukan Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Koperasi Kelapa Sawit Rakyat yang digelar bersama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kaltara di Tanjung Selor.
Workshop diikuti pengurus koperasi plasma maupun swadaya dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltara. Mayoritas peserta berasal dari Kabupaten Bulungan yang memiliki cukup banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, mengatakan kegiatan seperti ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh pengurus koperasi. Menurutnya, workshop menjadi kesempatan bagi peserta untuk menambah pengetahuan dan memperkuat kemampuan dalam mengelola koperasi agar semakin maju.
“Pesan saya kepada koperasi petani sawit supaya betul-betul memanfaatkan kegiatan yang dilakukan APKASINDO ini untuk meningkatkan kemampuan di bidang koperasi. Sehingga upaya-upaya yang dilakukan anggota koperasi bisa meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” kata Zainal Selasa (28/7/2026).
Ia juga meminta peserta aktif berdiskusi dengan para narasumber selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan untuk menggali ilmu dan mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi koperasi di lapangan.
“Hal-hal yang belum diketahui atau ingin ditanyakan, manfaatkan waktu sekarang ini kepada para narasumber yang akan memberikan paparannya,” ujarnya.
Selain meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, Gubernur juga berharap koperasi sawit mulai memikirkan pengembangan usaha melalui hilirisasi. Ia menilai koperasi tidak hanya menjual hasil sawit dalam bentuk bahan baku, tetapi juga perlu mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai tambah sehingga keuntungan yang diperoleh petani bisa lebih besar.
“Saya berharap seluruh materi yang diperoleh dalam workshop ini tidak berhenti sebagai teori, tetapi benar-benar diterapkan di koperasi masing-masing. Koperasi jangan hanya menjual bahan baku atau CPO, tetapi harus mulai mengambil peluang usaha melalui produk hilir seperti mentega, sabun, pemanfaatan cangkang sawit, hingga mendukung program energi B50,” tegasnya.
Menurut Zainal, koperasi yang dikelola dengan baik akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam industri kelapa sawit. Karena itu, pengurus koperasi diharapkan terus meningkatkan kemampuan dan berani mengembangkan usaha agar tidak hanya bergantung pada penjualan bahan baku.
Ia menegaskan Pemprov Kaltara akan terus memberikan dukungan kepada koperasi kelapa sawit rakyat agar tumbuh menjadi badan usaha yang sehat, profesional, dan mampu bersaing.
Dengan koperasi yang semakin kuat, kesejahteraan petani sawit di Kalimantan Utara diharapkan ikut meningkat.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berkomitmen terus mendukung penguatan kelembagaan koperasi sebagai pilar utama ekonomi rakyat. Dengan koperasi yang kuat, posisi petani dalam rantai nilai industri sawit juga akan semakin besar,” pungkasnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







