benuanta.co.id, TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK tengah mematangkan pembangunan bunker radioterapi bagi pasien penderita kanker di Kalimantan Utara (Kaltara). Fasilitas khusus ini merupakan syarat utama dalam pengoperasian alat terapi radiasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, dr. Budy Azis B, menjelaskan banker merupakan bangunan khusus untuk menyimpan peralatan radioterapi dan radionuklir yang akan digunakan dalam pelayanan pasien kanker.
“Banker ini merupakan penunjang terapi kanker. Selain kemoterapi ada radioterapi dan radionuklir. Seluruh alat itu nantinya disimpan di banker karena berkaitan dengan radiasi,” ungkapnya.
Ia mengatakan pembangunan banker merupakan bagian dari bantuan Kemaenterian Kesehatan yang diberikan kepada RSUD dr. H. Jusuf SK sebagai rumah sakit rujukan provinsi.
“Lokasinya sudah tersedia di samping rumah sakit dengan luas sekitar 1.200 meter persegi. Bangunan ini berada di dalam tanah dengan kedalaman sekitar tiga meter dan dinding beton setebal kurang lebih tiga meter sebagai pelindung radiasi,” jelasnya.
Untuk pembangunan tersebut, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp44 miliar melalui Dana Alokasi Khusus Kementerian Kesehatan.
“Pembangunan bunker radioterapi merupakan langkah strategis yang sedang kami siapkan. Fasilitas ini menjadi fondasi utama agar layanan radioterapi dapat beroperasi sesuai standar keselamatan radiasi yang berlaku,” jelasnya.
Selain itu, RSUD dr. H. Jusuf SK juga telah melakukan vitalisasi sekaligusa persiapan Pelatihan Petugas Proteksi Radiasi (PPR) Medik bidang Radiologi Diagnostik dan Intervensional (RDI) untuk sumber daya manusia (SDM) RSUD dr. H. Jusuf SK.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Yayasan Professor Doktor Syamsir Dewang, Prof. Dr. Syamsir Dewang, yang merupakan mitra RSUD dr. H. Jusuf SK dalam meberikan pelatihann kepada SDM menilai langkah RSUD dr. H. Jusuf SK sangat strategis dalam menjawab tingginya kebutuhan layanan kanker di wilayah Kalimantan, khususnya Kaltara yang memiliki karakteristik sebagai daerah perbatasan.
Menurutnya, keberadaan layanan radioterapi di Tarakan akan memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rumah sakit di luar pulau.
“Pengembangan layanan radioterapi di RSUD dr. H. Jusuf SK memiliki potensi besar menjadi pusat pelayanan radioterapi regional di Kalimantan. Ini merupakan langkah penting untuk mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat,” terangnya.
Ia menambahkan, hadirnya fasilitas tersebut akan memberikan manfaat besar bagi pasien dan keluarga, baik dari sisi ekonomi maupun psikologis.
“Pasien tidak lagi harus melakukan perjalanan jauh ke luar kota untuk menjalani terapi. Biaya transportasi dapat ditekan, waktu lebih efisien, dan kondisi psikologis pasien maupun keluarga akan jauh lebih baik karena dapat menjalani pengobatan lebih dekat dengan tempat tinggal,” ucapnya.
Pengembangan layanan radioterapi ini menjadi bagian dari upaya RSUD dr. H. Jusuf SK menghadirkan layanan kanker terpadu yang lebih lengkap di Kalimantan Utara. Dengan percepatan pemenuhan SDM dan pembangunan infrastruktur, rumah sakit ini diharapkan segera bertransformasi menjadi pusat rujukan kanker regional yang mampu memberikan pelayanan cepat, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kalimantan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi harapan baru bagi pasien kanker di wilayah Kalimantan, terutama Kalimantan Utara, untuk memperoleh akses terapi yang lebih mudah tanpa harus meninggalkan daerahnya demi mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina







