benuanta.co.id, TARAKAN – Aliansi mahasiswa memastikan akan terus mengawal tuntutan yang telah disampaikan kepada Bea Cukai Tarakan usai menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor instansi tersebut, Selasa (22/7/2026) lalu. Pengawalan dilakukan untuk memastikan seluruh tuntutan mendapat tindak lanjut, sementara Bea Cukai menyatakan akan mengkaji setiap masukan secara internal sebagai bagian dari upaya perbaikan pelayanan kepada masyarakat.
Ketua PKC PMII Kalimantan Utara, Muh. Nur Arisan, mengungkapkan demonstrasi yang dilakukan bukan merupakan akhir dari upaya mereka mengawal berbagai persoalan yang menjadi sorotan. Menurutnya, mahasiswa akan terus memantau perkembangan penanganan tuntutan yang telah disampaikan kepada Bea Cukai Tarakan.
“Laporan secara media sosial dan juga yang kita lakukan advokasi yang kita dapatkan itu saja kita jadikan sebagai bahan ataupun dasar untuk melakukan demonstrasi di Bea Cukai,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, berbagai laporan yang diterima melalui posko pengaduan maupun hasil pendampingan advokasi menjadi dasar mahasiswa menyuarakan aspirasi. Meski jumlah laporan yang masuk tidak banyak, pihaknya menilai persoalan tersebut tetap perlu mendapat perhatian agar tidak terus berulang di kemudian hari.
“Secara laporan memang minim karena mungkin masyarakat kurang tahu terkait posko pengaduan kita. Tapi laporan yang kami dapatkan itulah yang menjadi dasar aksi hari ini,” jelasnya.
Menurut Arisan, mahasiswa berharap adanya tindak lanjut nyata dari berbagai tuntutan yang telah disampaikan, mulai dari keterbukaan informasi penindakan, pertanggungjawaban penggunaan barang bukti, pemeriksaan terhadap oknum yang diduga melanggar etik hingga pembenahan internal.
Apabila tidak terdapat perkembangan yang berarti, pihaknya menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut melalui langkah-langkah lanjutan.
“Nah mungkin hari ini kita masih aman lah, untuk beberapa ke depannya kita tidak tahu bisa jadi kita, keluarga kita, kerabat kita, atau saudara-saudara kita yang lain,” tegasnya.
Ia menambahkan, fokus pengawalan saat ini masih ditujukan kepada Bea Cukai Tarakan meskipun pengawasan terhadap barang ilegal melibatkan banyak instansi. Menurutnya, Bea Cukai memiliki peran penting dalam pengawasan arus barang ekspor maupun impor sehingga menjadi prioritas tuntutan mahasiswa.
“Prinsipnya yang kami soroti per hari ini di Bea Cukai-nya. Kalaupun memang ada instansi yang seharusnya terlibat dalam hal pengawasan, ya kiranya Bea Cukai saja yang berkoordinasi ke sana,” ujarnya.
Arisan menegaskan aksi yang digelar di Kantor Bea Cukai Tarakan bukan menjadi akhir dari pengawalan yang dilakukan mahasiswa. Menurutnya, aliansi akan terus memantau tindak lanjut atas seluruh tuntutan yang telah disampaikan. Apabila dalam waktu ke depan tidak ada perkembangan maupun langkah nyata dari Bea Cukai Tarakan, mahasiswa membuka peluang kembali menggelar aksi dengan skala yang lebih besar.
“Tentu saja ini akan kami kawal. Jika ke depannya tidak ada kemajuan, tentu saja tidak menutup kemungkinan akan ada aksi berjilid selanjutnya,” tukasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Tarakan, Wahyu Budi Utomo, menyatakan pihaknya menerima seluruh kritik dan aspirasi mahasiswa sebagai masukan yang konstruktif bagi institusinya. Ia memastikan setiap tuntutan akan dipelajari dan dievaluasi melalui mekanisme internal.
“Saya rasa itu bentuk perhatian teman-teman mahasiswa kepada kita. Kami juga berterima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah memberi kritik, masukan, dan saran,” katanya.
Wahyu mengatakan Bea Cukai Tarakan berkomitmen menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperbaiki kinerja institusi. Menurutnya, pembenahan internal akan terus dilakukan agar harapan masyarakat maupun pemerintah dapat terpenuhi.
“Kami akan semaksimal mungkin melakukan perbaikan kinerja sehingga apa yang diharapkan mahasiswa, Presiden, dan masyarakat itu bisa tercapai,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh proses evaluasi akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk terhadap berbagai laporan maupun masukan yang disampaikan mahasiswa. Bea Cukai Tarakan juga memastikan tetap terbuka terhadap kritik yang bertujuan memperbaiki pelayanan publik.
“Kalau misalnya nanti itu kita lakukan (evaluasi), saya yakin ini akan memperbaiki Bea Cukai juga,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







