benuanta.co.id, TARAKAN – Ultimatum Presiden RI Prabowo Subianto yang sebelumnya menyoroti kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) hingga mengancam akan membubarkan institusi tersebut apabila tidak melakukan pembenahan turut menjadi sorotan dalam aksi unjuk rasa aliansi mahasiswa di Kantor Bea Cukai Tarakan, Rabu (22/7/2026). Menanggapi hal tersebut, Bea Cukai Tarakan menyatakan siap mengikuti setiap kebijakan dan arahan yang ditetapkan pemerintah.
Dalam dokumen tuntutan yang diserahkan kepada Bea Cukai Tarakan, aliansi mahasiswa menjadikan ultimatum Presiden sebagai salah satu dasar aksi. Ketua PKC PMII Kalimantan Utara, Muh. Nur Arisan, menilai pembenahan internal yang diinstruksikan Presiden sejak 2025 seharusnya sudah terlihat hingga tingkat daerah.
“Per September ini sudah masa satu tahunnya. Ketika memang Bea Cukai masih mengulangi beberapa persoalan ataupun bentuk penindakan yang tidak sesuai prosedur, kami anggap Bea Cukai tidak bekerja ataupun melakukan pembenahan secara internal,” ungkapnya, Rabu (22/7/2026).
Mahasiswa menilai apabila berbagai persoalan yang mereka soroti masih terus terjadi, maka ultimatum Presiden terhadap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai patut didukung. Menurut mereka, evaluasi menyeluruh diperlukan agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut dapat kembali pulih.
“Sehingga kami akan mendukung ultimatum dari Presiden. Untuk Bea Cukai ini dibubarkan,” tegasnya.
Selain menyinggung ultimatum Presiden, mahasiswa juga mendesak Bea Cukai Tarakan segera melakukan pembenahan internal dan lebih terbuka kepada publik. Tuntutan tersebut mencakup transparansi penindakan, pertanggungjawaban penggunaan barang bukti, pemeriksaan terhadap oknum yang diduga melanggar etik, hingga pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal.
“Kami mendesak Bea Cukai Kota Tarakan untuk segera berbenah secara internal dan terbuka kepada publik, terkhusus kasus suap dan korupsi serta menjamurnya rokok ilegal sesuai ultimatum Presiden,” tukasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Tarakan, Wahyu Budi Utomo, menyatakan pihaknya menghargai seluruh kritik dan aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Menurutnya, masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi institusinya dalam meningkatkan kinerja.
“Kami juga berterima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah memberi kritik, masukan, dan saran. Kami akan semaksimal mungkin melakukan perbaikan kinerja sehingga apa yang diharapkan mahasiswa, masyarakat maupun pemerintah bisa tercapai,” ujarnya.
Wahyu menegaskan Bea Cukai Tarakan akan mematuhi setiap kebijakan yang diputuskan pemerintah, termasuk apabila nantinya terdapat arahan lanjutan terkait evaluasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Ia menekankan seluruh jajaran Bea Cukai berada di bawah pemerintah sehingga wajib menjalankan setiap instruksi yang diberikan.
“Ya kita tetap patuh lah. Presiden kan pimpinan kita. Apapun perintah pimpinan maupun pemerintah, kita siap menjalankannya,” tegasnya.
Ia menambahkan komitmen pembenahan tidak hanya sebatas menindaklanjuti masukan mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memenuhi harapan masyarakat dan pemerintah terhadap peningkatan kinerja Bea Cukai.
“Kami akan semaksimal mungkin melakukan perbaikan kinerja sehingga apa yang diharapkan mahasiswa, masyarakat maupun Presiden bisa tercapai,” katanya.
Wahyu menegaskan, Bea Cukai Tarakan akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan secara berkelanjutan sembari menjalankan tugas pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia memastikan seluruh jajaran akan tetap mengikuti arahan pemerintah sebagai bentuk komitmen terhadap perbaikan institusi.
“Apapun perintah pimpinan maupun pemerintah, kami siap menjalankannya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







