Keuangan Daerah Terbatas, ASN Kaltara Diminta Selektif Perjalanan Dinas

benuanta.co.id, BULUNGAN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) meminta aparatur sipil negara lebih selektif melakukan perjalanan dinas. Pasalnya kondisi keuangan daerah yang masih terbatas membuat setiap pengeluaran harus dihitung berdasarkan kebutuhan dan manfaatnya.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, Sanusi, mengatakan keterbatasan anggaran bukan hanya dialami Kaltara. Sejumlah daerah juga menghadapi kondisi serupa sehingga diperlukan kehati-hatian dalam menggunakan uang negara.

Baca Juga :  Anggaran dan Pelaporan Jadi Kendala, SPM Tarakan Baru 61 Persen

Ia meminta setiap perangkat daerah menilai urgensi perjalanan dinas sebelum memberangkatkan pegawai. Perjalanan harus memiliki tujuan yang jelas dan memberikan hasil bagi organisasi.

“Kondisi keuangan daerah kita saat ini sangat terbatas. Karena itu, dalam melaksanakan perjalanan dinas, perlu dipertimbangkan bagaimana agar kegiatannya benar-benar efektif dan efisien,” kata Sanusi, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Minta Pembangunan Perbatasan Disesuaikan dengan Kebutuhan Daerah

Selain membatasi perjalanan yang tidak mendesak, Sanusi mengingatkan pegawai mengenai kelengkapan administrasi perjalanan dinas. Mulai 1 September, dokumentasi perjalanan dinas harus mencantumkan informasi mengenai tempat atau lokasi pengambilan dokumentasi.

Dokumentasi tersebut menjadi bagian dari Surat Pertanggungjawaban (SPJ). Ketentuan itu diterapkan sebagai tindak lanjut atas rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan.

“Dokumentasinya harus bisa menjelaskan tempat atau posisi saat dokumentasi diambil sebagai bahan SPJ. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Baca Juga :  Jadwal Penerbangan di Bandara Juwata Tarakan Dipastikan Normal

Sanusi berharap perangkat daerah tidak hanya mengejar pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memperhatikan penggunaan anggaran secara bertanggung jawab. Efisiensi, kata dia, diperlukan agar ruang fiskal pemerintah daerah tetap terjaga untuk membiayai program yang lebih prioritas. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *