Pramuka Benuanta Diajak Bangga Rupiah dan Jaga Jati Diri Bangsa

benuanta.co.id, TARAKAN – Lomba yel-yel Pramuka Penegak se-Kalimantan Utara (Kaltara) tidak sekadar menjadi ajang adu kreativitas dan kekompakan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk menanamkan kecintaan terhadap Rupiah sekaligus memperkuat nilai kebangsaan.

Hal itu disampaikan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kaltara, Hj. Rahmawati, melalui Sekretaris Kwarda Kaltara, Taufik Hidayat, dalam kegiatan Lomba Yel-yel Pramuka yang mengusung tema “Pramuka Benuanta Berkreasi, Bangga Rupiah untuk Negeri”, Kamis (27/8/2026).

Taufik mengatakan, lomba tersebut tidak boleh dipandang sebatas perlombaan untuk menentukan regu yang paling kompak atau kreatif. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menunjukkan karakter Pramuka sebagai generasi muda yang kreatif, disiplin, peduli, mampu bekerja sama, serta berani mengambil peran dalam menghadapi tantangan zaman.

“Hari ini bukan sekadar perlombaan yel-yel. Hari ini adalah ruang untuk menunjukkan bahwa Pramuka adalah generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan siap mengambil peran dalam menjaga masa depan bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai kepramukaan tidak hanya berkaitan dengan seragam, baris-berbaris maupun kegiatan lapangan. Pramuka juga harus mampu menerapkan kedisiplinan, kepedulian, gotong royong dan keberanian menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut dinilai memiliki makna penting bagi generasi muda Kaltara.

Baca Juga :  61 Hotspot Terdeteksi di Kaltara, Level Confidence Masuk Kategori Medium

Terlebih, Kaltara merupakan provinsi yang berada di wilayah perbatasan negara. Kondisi geografis tersebut membuat penguatan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap simbol-simbol negara menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

“Perbatasan bukan sekadar garis di peta. Perbatasan adalah wajah bangsa. Di wilayah inilah semangat nasionalisme, kecintaan terhadap Indonesia, dan komitmen menjaga kedaulatan harus terus tumbuh,” ungkapnya.

Salah satu simbol kedaulatan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah Rupiah. Taufik menjelaskan, Rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga merupakan simbol negara, kepercayaan dan identitas bangsa Indonesia.

Menurutnya, membiasakan penggunaan Rupiah berarti turut menjaga kedaulatan ekonomi nasional. Sementara pemahaman terhadap Rupiah juga penting agar generasi muda mampu bersikap lebih bijak dalam mengelola keuangan dan menghadapi perkembangan teknologi.

“Apalagi di wilayah perbatasan seperti Kalimantan Utara, menjaga kecintaan terhadap Rupiah adalah bagian dari menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan para anggota Pramuka agar tidak hanya menjadi generasi yang cepat mengikuti perkembangan tren dan teknologi, tetapi juga tetap memiliki karakter serta jati diri sebagai anak bangsa.

“Jangan hanya pintar menggunakan teknologi, tetapi tidak bijak mengelola keuangan. Dan jangan hanya bangga terhadap sesuatu dari luar, tetapi lupa menghargai simbol kebanggaan negeri sendiri,” pesannya.

Baca Juga :  Data Sementara Luasan Kebakaran Lahan dan Hutan di Kaltara Capai 1.076,93 Hektare

Ia menitipkan tiga pesan kepada para peserta. Pertama, terus berkreasi dan tidak takut mencoba hal baru. Kedua, menjaga persaudaraan dan sportivitas meskipun berada dalam regu dan pangkalan yang berbeda.

Ketiga, mengamalkan nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah tidak hanya selama kegiatan berlangsung, tetapi juga di sekolah, keluarga dan lingkungan sekitar.

“Masa depan Indonesia ada di tangan generasi muda. Negeri ini membutuhkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter,” katanya.

Ia berharap generasi muda Pramuka Benuanta mampu membuktikan kecintaan terhadap Indonesia bukan hanya melalui ucapan, tetapi juga melalui tindakan nyata.

“Dari Kalimantan Utara, dari wilayah perbatasan Indonesia, mari kita tunjukkan bahwa anak-anak Benuanta siap menjadi penjaga nilai-nilai kebangsaan,” tuturnya.

Hal senada dengan hal tersebut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltara, Reza Hidayat. Ia mengatakan, lomba yel-yel dipilih sebagai salah satu bentuk kreativitas dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan melihat kelompok yang paling kompak maupun kreatif. Ada nilai lain yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut, seperti kebersamaan, kepemimpinan, kedisiplinan dan keberanian.

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Perkuat Kepatuhan Pajak untuk Dongkrak PAD

“Bagi kami ini bukan sekadar perlombaan. Bukan hanya untuk menunjukkan siapa yang paling kompak dan siapa yang paling kreatif, tetapi juga untuk membangun kebersamaan, kepemimpinan, kedisiplinan dan keberanian,” jelasnya.

Ia mengatakan, tema “Pramuka Benuanta Berkreasi, Bangga Rupiah untuk Negeri” merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia berkolaborasi dengan Gerakan Pramuka Kaltara dalam mengedukasi masyarakat mengenai program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah).

Reza menilai, pesan mengenai Rupiah perlu disampaikan menggunakan pendekatan yang dekat dengan generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan kreatif dan kompetitif seperti yel-yel.

“Yel-yel itu bukan sekadar suara-suara yang umum, tetapi sebagai suatu pesan yang menginspirasi kita semua, khususnya untuk Kalimantan Utara,” jelasnya.

Ia menambahkan, edukasi CBP Rupiah tidak cukup hanya dilakukan melalui sosialisasi formal. Pendekatan yang kreatif dinilai dapat membuat pesan lebih mudah diterima dan diingat oleh generasi muda.

“Ini salah satu cara terbaik kami untuk bisa mengedukasi masyarakat dan terutama adik-adik melalui program atau lomba,” ujarnya.

Bank Indonesia bersama Gerakan Pramuka Kaltara pun diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *