Mangrove Jadi Sumber Ekonomi Baru, Pemprov Kaltara Percepat Proyek Karbon Biru M4CR

benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mempercepat persiapan implementasi Proyek Mangroves for Coastal Resilience (M4CR). Program ini tidak hanya ditujukan untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan karbon biru (blue carbon).

Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, mengatakan pemerintah provinsi mendukung penuh percepatan pelaksanaan M4CR, khususnya Sub-Komponen 1.4 yang berfokus pada rehabilitasi dan perlindungan kawasan mangrove.

Menurut Gubernur Zainal, hutan mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung alami kawasan pesisir dari abrasi dan gelombang laut. Di sisi lain, mangrove juga mampu menyerap emisi karbon dalam jumlah besar sehingga berkontribusi terhadap upaya pengendalian perubahan iklim.

Baca Juga :  Gubernur Kaltara Dorong Perusahaan Besar Gunakan Vendor Lokal

“Program ini bukan hanya tentang menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan karbon biru,” katanya, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, pengembangan skema perdagangan karbon biru dapat memberikan nilai ekonomi bagi kawasan mangrove yang selama ini lebih dikenal sebagai kawasan konservasi. Melalui mekanisme tersebut, kawasan mangrove yang tetap terjaga berpotensi menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang terlibat dalam perlindungan dan pengelolaannya.

Baca Juga :  RSUD Jusuf SK Upayakan Tambah Dokter Patologi Anatomi dan Bedah Saraf Tahun Ini

Karena itu, Pemprov Kaltara menilai upaya konservasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Pelestarian lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga harus memberikan insentif ekonomi bagi masyarakat agar terus menjaga kawasan mangrove secara berkelanjutan,” ujarnya.

Untuk mempercepat pelaksanaan program, Pemprov Kaltara memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten yang memiliki potensi kawasan mangrove, yakni Bulungan, Tana Tidung, dan Nunukan. Tiga daerah tersebut diproyeksikan menjadi lokasi prioritas implementasi Proyek Karbon Biru M4CR.

Gubernur Zainal menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program. Kerja sama itu mencakup rehabilitasi mangrove, penguatan tata kelola, hingga pengembangan skema ekonomi berbasis karbon.

Baca Juga :  BMKG: Angin Kencang di Kaltara Mereda, Waspadai Siklon Tropis Baru

Melalui program ini, Pemprov Kaltara berharap ketahanan kawasan pesisir terhadap dampak perubahan iklim semakin kuat, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove sebagai salah satu aset penting daerah.

Selain memberikan manfaat ekologis, proyek tersebut juga diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat pesisir melalui pengelolaan karbon biru secara berkelanjutan, sehingga manfaat ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *