Finalisasi Pengisian Data Pengukuran Indeks Ketahanan Nasional Gunakan Dua Pendekatan

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda dan Litbang) Kalimantan Utara (Kaltara), Bertius mengatakan terkait dengan finalisasi pengisian data pengukuran Indeks Ketahanan Nasional bahwa proses pengukuran indeks tersebut dengan menggunakan dua pendekatAdapun pendekatan tersebut kata dia, yakni jenis pendekatan kualitatif yang asalnya dari data kebijakan dan data kuantitatif dari data kinerja.

”Kolaborasi antara BPS sebagai pembina data dan perangkat daerah sebagai produsen data diharapkan dapat menghasilkan keterisian data yang sempurna,” terang Bertius Senin, (24/2/2025).

Baca Juga :  Industri Pengolahan Meningkat, Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,96 Persen

Bertius juga menegaskan Indeks Ketahanan Nasional pun akan semakin baik jika didukung dengan kolaborasi antar pihak. Selain itu, Indeks Ketahanan Nasional yang tangguh sangat berpengaruh guna mewujudkan visi Indonesia maju.

Lebih lanjut dijelaskan pengukuran Indeks Ketahanan Nasional ini mencakup delapan aspek penting yaitu geografi, demografi, sumber kekayaan alam, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.

Baca Juga :  Apresiasi 8 Tahun Kiprah Benuanta, Muhammad Nasir: Media Terpercaya Dibutuhkan untuk Kemajuan Kaltara

Data kebijakan dan data kuantitatif dari data kinerja tersebut lalu disatukan kemudian menghasilkan indeks komposit yang dapat menunjukkan ketahanan nasional Indonesia.

“Indeks komposit di sini berasal dari kisaran angka satu hingga lima. Adapun indeks 1 menunjukkan ketahanan nasional yang rawan, indeks 2 menunjukkan kurang tangguh, indeks 3 cukup tangguh, indeks 4 menunjukkan tangguh, dan indeks 5 itu sendiri menunjukkan sangat tangguh,” jelas Bertius.

Baca Juga :  SK Tarif Ojol Terbit, SePOI Desak Pemprov Kaltara Awasi Transaksi Aplikator

Diketahui bahwa Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI merilis Indeks Ketahanan Nasional sepanjang tahun 2024 mencapai skor 2,87. Angka ini dinilai berada dalam kategori cukup tangguh berdasarkan hasil Laboratorium Pengukuran Ketahanan Nasional (Labkurtannas).

Hasil pengukuran indeks nasional ketahanan ini, diharapkan dapat digunakan untuk mengevaluasi capaian program pembangunan nasional yang sedang berjalan dan dapat dijadikan pedoman bagi perencanaan pembangunan di masa mendatang. (*)

Reporter: Ikke

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *