Pemprov Komitmen Tingkatkan Rumah Singgah

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, agar dapat membangun rumah singgah bagi para pelajar dan mahasiswa yang berdomisili di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurut Ketua DPRD Provinsi Kaltara, Ahmad Djufrie adanya rumah singgah di Kota Tarakan dan Kabupaten Bulungan merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh para pelajar dan mahasiswa daerah 3T.

“Karena kita melihat, para pelajar dan mahasiswa yang berdomisili di daerah 3T mayoritas memiliki kondisi ekonomi yang masih di bawah dan hal itu yang kita perhatikan,” kata Ahmad Djufrie pada Ahad, 19 Januari 2025.

Baca Juga :  Rahmawati Soroti Identitas Kaltara, Minta Singkatan ‘Kalut’ Ditinggalkan

Selain itu dalam beberapa kali pertemuannya bersama para pelajar dan mahasiswa, ia mengaku sering mendapatkan keluhan soal kesulitan menjalani proses pendidikan dikarenakan biaya hidup yang tinggi.

“Makanya dengan adanya rumah singgah para pelajar dan mahasiswa itu dapat terbantu tinggal secara gratis atau pembiayaan dari pemerintah. Apalagi mereka juga merasa agak dikesampingkan dari pelajar dan mahasiswa yang ada di luar Kaltara,” jelasnya.

Baca Juga :  Rumah Singgah Bunda Rahmawati Diresmikan, Diharapkan Jadi Tempat Istirahat bagi Keluarga Pasien

“Intinya jika pemerintah bisa mengakomodir para pelajar dan mahasiswa Kaltara yang ada di luar Kaltara, masa untuk di Kaltara sendiri tidak bisa diakomodir. Makanya kita mendorong pemerintah agar bisa membuat rumah singgah juga di sini (Kaltara),” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Provinsi Kaltara Zainal Arifin Paliwang menegaskan akan berupaya meningkatkan rumah singgah dan asrama mahasiswa yang ada di Kaltara maupun di luar provinsi.

Baca Juga :  12 Pelajar Kaltara Lolos Seleksi SMA Unggul Garuda, Sekprov: Sangat Ketat dan Kompetitif

“Saat debat Paslon di KPU dan saat berkampanye dulu, saya sudah sering menyampaikan hal itu. Nanti kita akan buat perencanaannya terlebih dahulu, lalu kemudian menentukan titik lokasi pembangunan rumah singgahya. Lalu kita siapkan anggaran pembangunannya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Osarade

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *