Lewat BIF, Pemprov Kaltara Tawarkan Investasi Menjanjikan ke Mancanegara

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Manfaatkan perhelatan Borneo Investment Forum (BIF) 2024, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Utara(Kaltara) akan promosikan peluang investasi untuk menambah nilai realisasi Provinsi Kaltara di tahun 2025.

BIF sendiri merupakan kegiatan yang digagas oleh Bank Indonesia. Di mana kegiatan ini akan melibatkan seluruh BI se-Kalimantan dan menghadirkan puluhan tamu dari mancanegara.

Baca Juga :  Kasus Kekerasan Seksual di Kaltara Ancaman Serius, SSK LPSK RI Dorong Penguatan Perlindungan Korban

“Makanya kegiatan ini harus kita manfaatkan untuk membuka peluang investasi, karena target kita sendiri para tamu dari negara lain yang hadir sebagai tamu dan calon investor di Indonesia,” kata Kepala DPMPTSP Kaltara, Feri Ferdinand melalui Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda DPMPTSP Kaltara, Rahman Putrayani, Selasa (17/12/2024).

Dalam rangka menyambut kegiatan besar itu, Rahman pun membeberkan pihaknya sudah menyiapkan 3 progres investasi utama yang akan ditawarkan. Seperti pengembangan pakan ikan, investasi untuk kapal penangkap ikan dengan teknologi pembekuan dan pengelolaan minyak kelapa sawit mentah (CPO) menjadi produk jadi.

Baca Juga :  SMA Unggul Garuda Bulungan Dikebut, Gedung Akademik dan Graha Siap Digunakan Awal Juli

“Ketiga proyek investasi ini menggambarkan keunggulan dari kekayaan alam Provinsi Kaltara, makanya proyek investasi ini kita tawarkan karena bakal lebih menarik perhatian para calon investor. Oleh karena itu segala rincian dan rumusan progresnya akan kita susun, sehingga para investor juga lebih tertarik berinvestasi dan pemerintah jadi lebih bisa memaksimalkan potensi alam Kaltara,” jelasnya.

Baca Juga :  12 Pelajar Kaltara Lolos Seleksi SMA Unggul Garuda, Sekprov: Sangat Ketat dan Kompetitif

Sedangkan untuk nilai investasinya sendiri, Rahman mengaku belum dapat menyebutkannya karena prosesnya yang masih berjalan.

“Masih kita susun kebutuhan investasinya. Tapi jika kita taksirkan kemungkinan kebutuhan investasi di semua proyek ini di kisaran triliunan rupiah,” pungkasnya. (*)

Reporter: Osarade

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *