Realisasi Program KTT Digital Capai 100 Persen, Bebas Zona Blank Spot

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Capaian kerja program Kabupaten Tana Tidung (KTT) Digital capai target 100 persen. Capaian ini didapatkan berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Tana Tidung pada realisasi program KTT Digital tahun 2022 lalu.

Asisten Bidang Administrasi dan pembangunan Umum Pemkab KTT, Uus Rusmanda menerangkan, dari hasil evaluasi tidak ada hambatan yang terjadi pada realisasi program KTT Digital. Di mana target untuk menghilangkan zona blank spot dan pemasangan tower jaringan berhasil tercapai pada tahun 2022 lalu.

Baca Juga :  Gerai di Pelabuhan Keramat akan Diperuntukkan bagi Pelaku UMKM

“Alhamdulillah berdasarkan indikator penilaian yang kita laporkan ke Bupati, ternyata sudah mencapai 100 persen. Artinya kita sukses merealisasikan program ini,” kata pria yang akrab disapa Uus, Senin 23 Januari 2023.

Ia mengatakan pada tahun 2022 lalu, pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa provider jaringan untuk pemenuhan kebutuhan jaringan yang ada di KTT. Di mana hasil kerja sama itu, berhasil membuat KTT mendapatkan penambahan tower jaringan.

Baca Juga :  Gerai di Pelabuhan Keramat akan Diperuntukkan bagi Pelaku UMKM

“Kecamatan Tana Lia dan Desa sekitarnya, Kecamatan Muruk Rian dan Desa sekitarnya merupakan Wilayah terakhir yang kita pasangi tower jaringan yang alhamdulilahnya berjalan dengan sangat baik,” ujar mantan Kadis Diskominfo KTT ini.

Meski sukses merealisasikan program KTT Digitalnya Bupati dan Wakil Bupati KTT, namun masih ada beberapa catatan yang menurut Uus harus diperbaiki seperti pemenuhan sarana pendukung untuk menghidupkan energi tower jaringan.

Baca Juga :  Gerai di Pelabuhan Keramat akan Diperuntukkan bagi Pelaku UMKM

“Khususnya di Tana Lia dan beberapa desa yang lain. Karena di beberapa desa yang saya maksudkan tadi masih menggunakan energi genset untuk menghidupkan tower,” bebernya lagi.

“Sehingga dalam waktu dekat ini kita bersama dengan pihak PLN ingin segera melakukan pemasangan jaringan listrik ke desa-desa itu, agar tower jaringan ini dapat hidup 24 jam tanpa menggunakan genset,” pungkasnya.(*)

Reporter: Osarade
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *